Sabtu, 30 Maret 2013

Rossi Jadi Tumpuan Kebangkitan Italia



Italia merupakan tanah lahirnya puisi, artis, serta sejumlah bintang lainnya, termasuk pebalap motor. Tetapi, pernyataan itu tampaknya tak sempurna lagi dalam beberapa tahun terakhir (terutama di balap motor), karena Italia seperti mati suri.

Tengok saja prestasi pebalap Italia di arena MotoGP, sejak Valentino Rossi memutuskan untuk meninggalkan Yamaha pada akhir 2010 dan bergabung dengan Ducati. Dalam dua tahun kebersamaannya dengan Desmosedici, yang menjadi motor kebanggaan Italia, Rossi hanya tiga kali naik podium tanpa meraih kemenangan.

Setali tiga uang, Andrea Dovizioso pun tak mampu menembus dominasi para pebalap Spanyol. Meskipun cukup kompetitif bersama tim satelit Yamaha Tech 3, tetapi Dovizioso gagal meraih kemenangan di kelas premier.

Hal yang sedikit berbeda terjadi di kelas lebih rendah, di mana Andrea Iannone, Alex de Angelis dan Romano Faneti beberapa kali meraih kemenangan. Akan tetapi, masih sulit membayangkan persaingan di musim 2013, karena Spanyol masih menjadi rintangan berat untuk ditaklukkan.

Nah, di kelas premier Italia kembali memiliki setitik harapan untuk mengibarkan bendera mereka di podium utama. Keputusan Rossi untuk kembali bergabung dengan Yamaha menjadi alasan utama "Negeri Pizza" bisa bersaing lagi di kelas MotoGP.

Memang, masih terlalu cepat mengatakan kalau Rossi bakal meraih kemenangan. Pasalnya, trio Spanyol yang akan menjadi rival beratnya, telah memperlihatkan bagaimana potensi mereka untuk menjaga superioritasnya.

Tengok saja duo Repsol Honda, Dani Pedrosa dan Marc Marquez, yang begitu impresif selama tiga uji coba resmi pra-musim di Sepang (dua kali) dan Jerez, serta tes privat di Austin. Rekan setim Rossi di Yamaha, Jorge Lorenzo, juga tampil sangat konsisten, yang membuat "The Doctor" menyebut juara dunia 2010 dan 2012 tersebut sebagai yang terbaik selama uji coba pra-musim.

Namun, Rossi pun memperlihatkan bahwa dirinya "belum lupa" cara membalap untuk kembali menjadi pemenang, sejak menjuarai GP Malaysia pada 2010. Peraih tujuh gelar juara dunia MotoGP ini mencatatkan waktu terbaik pada hari kedua uji coba resmi di Jerez, Minggu (24/3/2013), yang membuat dirinya begitu senang.

"Itu tidak penting, tetapi sangat penting!" ujar Rossi mengenai catatan waktu tercepatnya waktu itu. "Saya sangat senang, tidak hanya karena posisi, tetapi juga karena kami memodifikasi beberapa pengesetan untuk lebih mengadaptasi M1 dengan gaya saya."

Lantas, bagaimana dengan Dovizioso dan Iannone yang tergabung di Ducati? Dua kompatriot Rossi yang juga akan jadi rivalnya di MotoGP ini belum memperlihatkan tanda-tanda bakal bersaing di barisan depan.

Dovizioso, yang menggantikan posisi Rossi di tim pabrik Ducati, serta Iannone di tim satelit Pramac Ducati, masih perlu kerja keras untuk memecahkan masalah utama pada Desmosedici, yaitu understeer. Dengan demikian, Rossi menjadi tumpuan untuk membangkitkan kembali kejayaan Italia di arena MotoGP.

Sabtu, 23 Maret 2013

Yamaha M1 Bisa Menggali Lebih dari 100 Persen Skill Rossi

Yamaha M1 Bisa Menggali Lebih dari 100 Persen Skill Rossi


Kembalinya Valentino Rossi ke tim Yamaha Factory untuk musim kompetisi 2013, memang menjadi daya tarik paling besar di MotoGP, selain bergabungnya Marc Marquez sebagai pengganti Casey Stoner di tim Repsol Honda. Meski awalnya Rossi tidak tahu apa yang bisa ia harapkan saat kembali bersama tim yang dibelanya sejak tahun 2004 itu, namun sekarang ia sudah bisa menilai apa yang harus ia targetkan.

“Yamaha berubah sangat banyak sejak saya meninggalkan mereka sejak tahun 2010. Meski basisnya sangat mirip dengan yang saya gunakan dulu, tapi banyak areal yang sudah berubah. Motor Yamaha M1 lebih stabil, grip lebih baik, lebih gampang dikendarai, sistem elektroniknya semakin sempurna, dan paling memuaskan adalah mesin 1000 cc segaris dari mereka, sangat kompetitif!” puji Rossi.

“Saya memilih kembali ke Yamaha, karena mereka mempunyai motor yang sangat sesuai dengan gaya balapku. Motor Yamaha memungkinkan aku bisa memberi lebih dari 100 persen kemampuan. Performanya sangat seimbang, anda harus mengendalikannya dengan cara yang lebih bijak dan inilah yang paling menarik,” lanjutnya.

Apa yang diungkapkan oleh Rossi, paling tidak ia menjadi pembalap yang sangat puas dengan performa Yamaha di sesi tes resmi pra musim sejak di Sirkuit Sepang, Malaysia. Apakah tingkat kepuasan Rossi bakal bertambah usai menjalani sesi tes resmi pra musim terakhir MotoGP di Sirkuit Jerez, Spanyol (23/3) hari ini? semoga saja.

Livery Baru dan Tagline Baru Revs Your Heart

Yamaha Luncurkan Livery Baru dan Tagline Baru Revs Your Heart


Sesuai janji tim Yamaha Factory untuk meluncurkan tim dan livery motornya untuk musim 2013, akhirnya berlangsung di Spanyol pada Jumat (22/3) kemarin. Dalam acara peluncuran tim tersebut, kedua pembalap Yamaha yaitu Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi terlihat penuh semangat dalam menyambut warna baru motor yang akan mereka gunakan untuk musim kompetisi 2013.

Tidak jauh berbeda dengan warna yang mereka gunakan tahun sebelumnya, livery Yamaha tetap menggunakan warna utama khas tim tersebut yaitu biru tua dan putih. Namun khusus untuk warna angka yang digunakan masing-masing pembalap, diaplikasikan sesuai dengan karakter warna Lorenzo dan Rossi.

“Tahun ini rasanya akan sangat menarik, pasalnya kami kembali menyatukan dua pembalap yang sangat kompetitif. Sekarang situasinya berbeda dari tahun 2008 lalu, dimana Rossi adalah bintang dan Lorenzo jadi pendatang baru. Lalu Lorenzo sekarang menjadi sang juara dunia dan Rossi akan kembali menantang sang juniornya itu. Meski akan menarik, tapi kami akan memperlakukan keduanya dengan sama,” jelas Lin Jarvis, Managing Director di Yamaha Motor Racing Srl.

Selain meluncurkan tim, Yamaha juga meluncurkan slogan baru atau tagline mereka untuk ajang balap MotoGP, yaitu ‘Revs Your Heart’ yang berarti Nyalakan Semangatmu. Tagline ini merupakan pemompa motivasi yang diberikan oleh manufaktur Yamaha di Jepang untuk kedua pembalapnya di MotoGP.

“Tahun ini Yamaha memasang target tinggi dan kembali merekrut Rossi di tim ini. Setiap dukungan yang anda berikan kepada Yamaha, tentunya akan mengalir kepada kedua pembalap Yamaha dan prestasi yang akan mereka capai nantinya,” papar Hiroyuki Yanagi, President & CEO of Yamaha Motor Co., Ltd.

Minggu, 17 Maret 2013

Livery Tim Yamaha MotoGP, Bakal Ikuti Ciri Khas Pembalapnya

Livery Tim Yamaha MotoGP, Bakal Ikuti Ciri Khas Pembalapnya


Masing-masing pembalap di tim Yamaha MotoGP, punya ciri khas warna (livery) tersendiri. Valentino Rossi tampil dengan tambahan warna kuning sebagai ciri khasnya, sementara Jorge Lorenzo tampil dengan warna merah. Warna ini sudah terlihat sejak sesi tes resmi pra musim 2013 bahkan akhir musim 2012 lalu.

Tidak ingin ciri khas itu lepas dari penampilan mereka di tahun ini, tim Yamaha bakal memberlakukan warna berbeda pada kedua motornya. Basis dasar warna tetap akan menggunakan warna biru dan putih, sementara Rossi akan menggunakan tambahan warna kuning, sementara Lorenzo akan menggunakan tambahan warna merah.

Konfirmasi warna motor yang bakal diaplikasikan tim Yamaha, tentunya mencerminkan kebebasan kepada kedua pembalapnya untuk tampil bertarung satu sama lain. Proses peluncurannya pun bakal dilakukan sehari sebelum sesi tes resmi pra musim MotoGP di Jerez berlangsung yaitu pada Jumat (22/3).

Peluncuran tim Yamaha di Jerez akhir pekan ini, dipastikan bakal menjadi perhatian banyak mata. Sebab ini adalah tim yang paling terakhir meluncurkan skuad mereka di musim 2013.

Yamaha Cabut dari COTA

Target Terpenuhi, Yamaha Cabut dari COTA


Sesuai dengan janji tim Yamaha untuk mencukupkan sesi pengetesan di Circuit of The Americas (COTA) selama dua hari saja yaitu Selasa dan Rabu (12-13/3) lalu, akhirnya tim berlogo garpu tala itu resmi cabut dari COTA pada Rabu malam tadi. Alasan mereka pun cukup kuat, yaitu karena proses adaptasi pembalap pada karakter sirkuit dan juga pengumpulan banyak data sudah dirasa cukup.

Artinya target untuk melakukan pengetesan di sirkuit ini sudah terpenuhi di hari kedua. Jadi jika mereka memaksa untuk menghabiskan 3 hari penuh di sirkuit tersebut, mungkin hanya membuang-buang waktu saja. Toh, juga tidak ada komponen baru yang dipasok Yamaha di sesi pengetesan kali ini. Bahkan lebih penting untuk membuat komponen terbaik untuk sesi tes terakhir di Jerez, Spanyol nanti.

“Sesi tes di COTA sebenarnya diatur oleh Honda, tapi kami sudah mewanti dari awal bahwa dua hari saja sudah cukup bagi kami. Target utama kami sebenarnya untuk memberikan ruang kepada pembalap untuk melakukan adaptasi lebih cepat. Selain itu proses pengumpulan data yang kami butuhkan juga sudah cukup,” terang Massimo Meregalli, Direktur tim Yamaha.

Jika Maio hanya mengungkapkan bahwa tim Yamaha sudah cukup dalam mengumpulkan data, namun Rossi malah memberikan sedikit bocoran tentang hal itu.

“Seperti yang kami keluhkan sebelumnya, kompetitor kami lebih cepat dalam berakselerasi selepas keluar dari tikungan patah. Grip ban mereka lebih bagus, makanya inilah bagian yang harus mendapat perhatian lebih dari tim,” timpal Rossi.

Selasa, 26 Februari 2013

Rossi Tak Maksimal

Rossi Tak Maksimal, Karena Sistem Kelistrikan Rusak dan Hujan


Kepuasan Valentino Rossi pada pencapaiannya di sesi tes resmi pra musim pertama awal Februari 2013 lalu, ternyata tidak berlanjut dengan kondisi yang sama pada sesi tes remi pra musim kedua di Sirkuit Sepang, Malaysia hari ini Selasa (26/2). Pembalap asal Italia itu mengalami masalah pada sistem kelistrikan motornya, dan membuatnya harus menggunakan motor dengan spesifikasi 2012 sembari dilakukan perbaikan.

Tapi ketika ia ingin turun menggunakan motor Yamaha M1 2013 lagi, Sirkuit Sepang justru diguyur hujan cukup deras. Sehingga membuat semua pembalap termasuk Rossi harus siap menunggu membaiknya kondisi trek. Sayangnya kondisi ini membuatnya tak bisa maksimal lagi, karena kondisi trek memang tidak mendukung.

“Cukup membosankan hari ini, pagi tadi motor Yamaha M1 2013 mengalami masalah. Jadi saya menggunakan motor dengan spesifikasi 2012 sembari motor 2013 diperbaiki. Sepertinya terjadi masalah pada sistem kelistrikan. Saya hanya menjalani 25 lap dan mengatur setting pengereman, jadi tidak terlalu buruk. Saat mau turun lagi menggunakan motor 2013, tapi hujan justru jadi halangan,” sesal Rossi.

“Saya hanya ingin memaksimalkan performa menggunakan motor 2013, makanya mulai besok, kami akan menggunakan 2 motor baru. Untung baru hari pertama, sehingga tidak terlalu bermasalah. Jika besok kondisinya hujan lagi, kami akan melakukan tes pada kondisi basah serta mencoba melakukan simulasi balap,” paparnya.

Target Rossi di sesi tes pra musim kedua di Sepang adalah memperkecil selisihnya dengan pembalap tercepat, juga mengerti performanya dalam simulasi balapan.

Yamaha Tech3 Masuk 10 Besar

Yamaha Tech3 Masuk 10 Besar, Crutchlow dan Smith Campur Aduk


Kegembiraan dirasakan pembalap Cal Crutchlow yang memimpin jalan bagi tim Monster Yamaha Tech3, mampu mengakhiri sesi tes resmi pra musim hari pertama MotoGP 2013 di urutan keenam di Sirkuit Sepang, Malaysia (26/2). Hal serupa juga terjadi pada rekan setimnya, Bradley Smith yang berada di posisi 10 besar merasa senang, karena performanya terus berkembang selama sesi tes MotoGP berlangsung.

"Saya tidak menyebutnya hasil pengujian karena kami belum punya banyak pengalaman untuk melakukannya, setidaknya saya senang," kata Crutchlow. " Kondisi trek cukup buruk, jadi kami melihat beberapa kecelakaan saat sesi tes. Makanya perlu lebih memahami setiap lap dengan motor yang baru sehingga memiliki pengalaman yang baik. "

Sementara rekan setimnya yaitu Smith yang sempat mengalami insiden terjatuh, tidak membuat nyalinya jadi ciut. Ia bahkan menganggap bahwa hal itu wajar dialami para pembalap.

"Hasil sesi tes di hari pertama cukup baik. Kondisi trek yang berbeda membuat pengalaman belajar yang baru, itu sangat bermanfaat. Sayangnya kecelakaan kecil terjadi saat ban depan motor tergelincir di tikungan 7. Ya, itu adalah kesalahan yang dialami pembalap pemula dan saya mencoba untuk memahami di mana batas maksimal penggunaan ban," timpal Smith.

Meski mengalami insiden tersebut dialami oleh Smith, paling tidak pembalap tim Yamaha Tech3 ini, merasa senang masuk di 10 besar pembalap tercepat.