Minggu, 30 Desember 2012

Mulyawan Munial sebagai manajer pribadi Doni TaTa

Doni Tata Pakai Manajer Pribadi, Biar Lebih Profesional


Pengalaman Doni Tata Pradita dalam mengikuti ajang balap GP 250 cc, tahun 2008 lalu, ia tentunya sudah tahu seluk-beluk dan apa yang harus ia lakukan untuk bisa jadi seorang pembalap profesional. Salah satu hal yang jadi bagian terpenting saat ia mulai menjalin hubungan dengan Federal Oil sebagai sponsor utama di tim Federal Oil Gresini Moto2 (FOGM2) Team, adalah mempunyai manajer pribadi.

Hal ini dianggapnya sangat penting, sebab banyak hal yang tidak bisa ia selesaikan sendiri, terutama hal-hal yang berhubungan dengan sponsor pribadinya. Bagaimana mengatur jadwal pertemuan hingga berhitung untung-ruginya dari sponsor terkait.

“Sebenarnya yang jadi pertimbangan utama saya mengambil manajer pribadi adalah karena ingin ada yang mengurus hal-hal diluar jangkauan saya. Diantaranya seperti mencari sponsor pribadi, mengatur jadwal hingga beberapa hal lain yang juga sangat penting. Bukannya mau manja, tapi kalau kepengen profesional, ya memang harus seperti itu,” beber Doni.

“Saya pilih Mulyawan Munial sebagai manajer pribadi, adalah karena dia sudah punya jaringan yang cukup luas. Baik di dalam negeri dan juga di luar negeri. Ia juga sangat berpengalaman membawa atlit-atlit sepakbola ke luar negeri, meski baru kali ini ia menangani atlit balap motor untuk ajang balap dunia. Tapi karena sudah terbiasa mengurus atlit, makanya tidak sulit baginya untuk beradaptasi,” imbuhnya.

Doni sendiri sudah langsung membawa manajer pribadinya itu ke ajang MotoGP Malaysia 2012, ketika Federal Oil memintanya datang ke Malaysia untuk sekedar melihat dan berkenalan dengan calon timnya saat itu. Doni mengenalkannya dengan beberapa pembalap ternama, baik itu Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, hingga pembalap-pembalap di kelas lain yang dulu akrab dengannya.

“Saya berani menerima tawaran dari Doni Tata, karena memang sudah mengenalnya melalui media. Ia adalah salah satu pembalap asal Indonesia yang menuju pentas dunia sejak tahun 2005 menjadi pembalap wild card di GP 125 cc. Ia juga punya wawasan cerdas dan perilaku di dalam dan diluar lintasan yang cukup bagus. Ini adalah modal besar untuk membuatnya jadi lebih profesional,” sambut Muly sapaan akrab sang manajer.

Yah, berharap saja semoga ini menjadi modal besar baginya untuk bisa tampil lebih profesional dan berprestasi.

Sabtu, 29 Desember 2012

Pesan Legenda Balap untuk Lorenzo

Pesan Legenda Balap untuk Lorenzo


Giacomo Agostini ketika bertemu dengan Jorge Lorenzo di EICMA 2012.
 Jorge Lorenzo mendapat dukungan penuh dari salah satu legenda balap sepeda motor, Giacomo Agostini untuk menjadi juara MotoGP musim 2013. Seperti dikutip Gazzetta dello Sport, juara dunia 15 kali itu tak hanya melontarkan kata penyemangat, tetapi juga sedikit memberi petuah agar pemilik nomor 99 itu waspada terhadap kembalinya Valentino Rossi di Yamaha.

Agostini merasakan panasnya atmosfer persaingan keduanya ketika kembali ”satu atap” di Yamaha. Ketegangan akan tetap menyala. ”Rossi ingin kembali berada di jalur juara, dan menjadi satu tim dengan juara dunia. Bisa dibayangkan situasinya,” tukasnya.

Yang lebih dikhawatirkan Agostini adalah ketidakmampuan Yamaha mengontrol situasi dalam paddock. Jika ini terjadi, langkah keduanya merebut gelar juara jadi terpecah. ”Jika Anda mempunyai dua ayam jantan, salah satunya akan berusaha membuktikan siapa yang lebih jantan. Saya pernah mengalaminya,” ucap pria 70 tahun itu.

Dia pun lantas memutar memori tentang pengalaman masa lalu ketika membalap dan juara bersama MV Agusta. Saat itu, Agostini terlibat persaingan sengit dengan rekan setim sebanyak dua kali. Yang pertama bersitegang dengan Mike Hailwood, dan kedua dengan Angelo Bergamonti. Menurutnya, hal paling diinginkan dalam situasi seperti ini adalah mengalahkan rekan setim.

”Rossi akan menang lagi di Yamaha, tapi itu tidak mudah. Saya pikir dia bisa menang satu atau dua balapan, tetapi tidak mendominasi seperti sebelumnya. Saingannya yang dulu masih muda kini sudah berpengalaman dan membaik. Saya percaya dia (Lorenzo) akan kembali juara. Tapi tetap waspada juga dengan Dani Pedrosa yang semakin kuat,” tegas Agostini yang ditujukan untuk  menyemangati Lorenzo.

Saran Legenda MotoGP untuk Marquez

Saran Legenda MotoGP untuk Marquez

Pembalap MotoGP Marc Marquez. (Foto: Reuters)
Pembalap MotoGP Marc Marquez. (Foto: Reuters)
AALST – Legenda MotoGP Giacomo Agostini memberikan saran kepada pembalap muda Repsol Honda, Marc Marquez. Agostini meminta kepada suksesor Casey Stoner itu untuk tidak terlalu bernafsu meraih kemenangan pada debutnya di kelas premier MotoGP.

Penampilan mengesankan memang diperlihatkan Marquez dalam dua musim berlaga di Moto2. Setelah gagal menjadi juara di Moto2 musim 2011, pembalap muda asal Spanyol itu berhasil bangkit.

Marquez mendominasi pada Moto2 2012. Dia berhasil meraih sembilan kemenangan dan 14 kali podium dari 17 balapan. Repsol Honda memutuskan untuk mempromsikan pembalap 19 tahun itu untuk menggantikan posisi Stoner.

Agostini mengatakan Marquez harus beradaptasi dulu dengan gaya membalap di kelas utama MotoGP. “Penampilan Marquez memang mengesankan semua orang,” ungkap mantan bintang MotoGP itu.

“Saya berharap Marquez mendapatkan arahan yang bagus karena untuk berpikir anda bisa memenangkan semuanya langsung sangat sulit. Buah membutuhkan waktu untuk matang,” sambung Agostini.

“Untuk pindah dari Moto2 dengan kekuatan 140 tenaga kuda ke MotoGP dengan kekuatan 240 tenaga kuda jelas berbeda. Dia tidak boleh berlebihan,” tandasnya, diberitakan Autosport

Jumat, 28 Desember 2012

Doni Tata Siap Sesuaikan Berat Badan

Suter Tambah Bobot Rangka, Doni Tata Siap Sesuaikan Berat Badan


Pencanangan regulasi minimum bobot motor dan pembalap lengkap dengan wearpacknya seberat 215 kg di ajang balap Moto2 mulai musim depan, bukan hanya membuat pembalap berbadan besar seperti Scott Redding jadi senang. Namun pembalap asal Sleman, Yogyakarta yaitu Doni Tata Pradita pun cukup gembira.

Doni menganggap bahwa dengan adanya batas minimum bobot motor dan pembalap, akan membuat pertarungan antara pembalap akan benar-benar imbang. Apalagi ia dianjurkan untuk menurunkan berat badan sebanyak 4 kg lagi jika ingin tampil kompetitif di musim depan.

“Alasan utama tim Federal Oil Gresini Moto2 (FOGM2) Team menyuruh saya menurunkan berat badan sebanyak 4 kilogram lagi, adalah karena Suter bakal memasok rangka yang lebih berat untuk tim ini nantinya. Jadi untuk mengimbangi motor yang lebih berat, dibutuhkan kelincahan dari pembalap agar mampu tampil lebih baik,” jelas Doni.

Untuk mewujudkan porsi badan yang sesuai dengan keinginan tim, Doni pun siap menjalani program yang dicanangkan oleh tim FOGM2 Team. Menjaga pola makan, latihan fisik dengan teratur termasuk didalamnya senam aerobik hingga bersepeda, adalah menu utama Doni untuk meningkatkan kebugaran tubuhnya.

“Selama menjalani program ini nantinya, saya akan tinggal di Italia. Dengan begitu pengawasan pada pola hidup serta performa fisik benar-benar teratur. Saya juga bisa belajar banyak tentang kedisiplinan seorang pembalap,” imbuh Doni.

Berharap saja, semoga Doni bisa tampil lebih baik di musim depan dan bisa jadi harapan baru bagi fans balap di Indonesia.

Topan cedera lagi.

Topan Cedera Lagi, Namun Yakin Bisa Awali Musim Moto2!

Rafid Topan Sucipto adalah satu dari 2 pembalap asal Indonesia yang akan bertarung di ajang balap dunia Moto2 musim 2013 bersama tim QMMF. Meski baru bulan depan ia menjalani program intensif bersama tim QMMF di Spanyol, tapi ternyata ia tetap melakukan latihan bersama tim tersebut di Sirkuit Losail, Qatar.

Namun apesnya pembalap yang tahun ini tampil menggantikan Anthony West di Moto2 seri terakhir bersama tim asal Qatar itu, lagi-lagi mengalami cedera saat melakukan latihan di Losail, Qatar (19/12) lalu. Ia terjatuh saat latihan menggunakan motor Yamaha R6 saat deselerasi dan mengalami dislokasi tulang selangka.

“Saya memang terjatuh di Losail dan mengalami cedera pada tulang selangka sebelah kiri. Terjatuhnya malah waktu pakai Yamaha R6, bukan motor Moto2. Saya kaget aja, karena waktu kembali menunggangi motor 600 cc, cara kerjanya sangat berbeda dengan motor Moto2. Dimana motor tidak dilengkapi sistem elektronik pada koplingnya. Sementara saya masih terbawa cara bawa motor Moto2,” ujar Topan.

Beruntung saat mengalami cedera ringan tersebut, ia merasa sangat yakin bahwa tidak terjadi cedera yang begitu parah. Ia pun langsung terbang ke Yogyakarta untuk menjalani proses operasi dan akhirnya menjalani proses pemulihan dengan normal.

Sekarang target Topan adalah segera menjalani proses pemulihan kondisi tubuhnya. Paling tidak ia harus siap tampil menjalani sesi tes resmi bulan Februari 2013 nanti. Rencananya Topan akan kembali ke lintasan 3 pekan kedepan, jadi ia harus segera melakukan latihan fisik agar tidak drop saat melakukan tes motor nantinya.

Trek Losail dan Sepang, Kesempatan Doni Tata Raih Hasil Terbaik

Trek Losail dan Sepang, Kesempatan Doni Tata Raih Hasil Terbaik


‘Ala bisa karena biasa’, mungkin pepatah itu paling tepat untuk menggambarkan kebiasaan seorang pembalap dalam menjajal sebuah sirkuit. Misalnya saja Casey Stoner yang tidak pernah terkalahkan di Sirkuit Phillip Island, Australia sejak tahun 2007 karena lebih akrab dengan karakter sirkuit itu. Atau Valentino Rossi di Sirkuit Mugello, Italia juga karena menghafal seluk-beluknya.

Nah hal ini tentunya juga berlaku untuk Doni Tata Pradita, satu dari dua orang pembalap yang akan mengawali karir balapnya di Moto2 bersama tim ternama seperti Federal Oil Gresini Moto2 (FOGM2) Team. Pembalap asal Sleman, Yogyakarta itu pastinya sudah sangat akrab dengan karakter Sirkuit Losail di Qatar dan juga Sirkuit Sepang di Malaysia.

Maka rasanya sangat wajar jika ia menargetkan hasil yang lebih kompetitif saat berlaga di Moto2 seri Qatar dan Malaysia tahun 2013 nanti.

“Berlaga di Sirkuit Losail dan Sirkuit Sepang rasanya sudah seperti berlaga di negara sendiri. Sebab Losail adalah sirkuit yang selalu saya jajal beberapa musim terakhir di ajang yang berbeda, begitu juga Sepang yang sangat dekat dengan Indonesia. Sudah pasti saya berharap banyak saat berlaga di sirkuit ini nantinya,” umbar Doni.

Anggapan Doni disambut dengan harapan besar oleh pihak Federal Oil sebagai sponsor besar yang membawa pembalap itu ke pentas dunia. Rudi H Husada, Vice President PT. Federal Karyatama, juga sangat berharap bahwa Doni mampu memberikan hasil yang lebih baik saat berlaga di Losail dan Sepang.

“Losail dan Sepang adalah dua sirkuit yang mempunyai kedekatan tertentu dengan Doni Tata. Ia selalu berlaga di sana dan hafal betul bagaimana karakter sirkuit tersebut. Nah, Moto2 Qatar adalah seri pembuka tahun depan, tentunya kami berharap ia bisa mengawali karirnya dengan baik di sirkuit tersebut. Kami juga berharap ia tampil apik di Sepang, karena punya kedekatan dengan Indonesia,” harap Rudi.

Yah, semoga saja harapan ini nantinya bisa terwujud jadi kenyataan. Paling enggak Doni bisa memberikan keyakinan tersendiri bagi tim FOGM2, bahwa ia punya potensi besar jika terus diasah.

Nakamoto Berharap Marquez Bisa Menang

Nakamoto Berharap Marquez Bisa Menang di Beberapa Seri di 2013


Melakukan sesi tes dengan pencapaian bagus, tentunya sudah tidak diragukan lagi. Pembalap rookie di tim Repsol Honda yaitu Marc Marquez pun sudah mampu menunjukkan hal tersebut. Tapi untuk balapan penuh dalam beberapa lap dan tampil konsisten, belum tentu!

Pasalnya banyak faktor yang akan mempengaruhi jalannya balapan, termasuk persaingan antara pembalap yang bisa saja membuat pembalap tersebut terjebak dalam permainan saling susul. Meski demikian, Shuhei Nakamoto selaku Vice President Honda Racing Corporation (HRC) sangat berharap agar pembalap yang mereka daulat naik kelas langsung ke tim pabrikan itu bisa meraih beberapa kemenangan.

“Kami sangat percaya, Marquez punya talenta besar untuk meraih hasil terbaik di MotoGP masa depan. Tapi balapan di MotoGP tidaklah mudah, karena akan banyak faktor berpengaruh. Okelah, ia sebagai pemula mampu tampil bagus di single lap, tapi konsisten di semua lap tidaklah mudah. Butuh jam terbang tinggi dan itu ceritanya sudah berbeda,” jelas Nakamoto.

“Tapi saya sangat berharap pembalap itu mampu meraih beberapa kemenangan di musim perdananya di MotoGP. Ya meski untuk seri pertama rasanya akan salah sulit. Kita lihat nanti deh!” pungkasnya.

Sesi tes resmi pertama tahun 2013 akan dimulai di Sirkuit Sepang, Malaysia pada Februari 2013. Apakah Marquez mampu membayar kepercayaan Honda padanya? Hanya waktu yang bisa membuktikan

Minggu, 23 Desember 2012

Yamaha Tech 3: Dovi Fantastis Selama 2012


Yamaha Tech 3: Dovi Fantastis Selama 2012

Andrea Dovizioso (Foto: Reuters)Aksi Andrea Dovizioso bersama Monster Yamaha Tech 3 selama musim 2012 disebut sebagai penampilan yang fantastis. Pujian kepada Dovi tak lain datang dari Bos Monster Yamaha Tech 3, Herve Poncharal yang menilai kontribusi rider asal Italia itu untuk timnya sangat signifikan.

Menurut Poncharal, Dovi rela bergabung dengan timnya dan menolak kesempatan mengendarai bersama LCR, pabrikan yang didukung mesin Honda RC213V, demi turun bersama Yamaha.

Bersama rekan setimnya, Cal Crutchlow, Dovi mengantarkan Monster Yamaha Tech 3 meraih sejumlah prestasi cemerlang pada musim 2012. Sebelumnya, Poncharal menilai tim satelit seperti Monster Yamaha Tech 3 akan sulit mencetak podium, tapi Dovi mampu mempersembahkannya dalam tempo yang relatif singkat.

"Andrea (Dovizioso) fantastis bagi kami. Sebuah podium selalu sulit bagi tim satelit, tapi dia mencetak podium pertamanya untuk kami setelah hanya melalui lima balapan,” kata Poncharal, seperti dilansir Motorcyclenews, Sabtu (22/12/2012).

"Ini adalah perasaan yang luar biasa melihat apa yang dia lakukan untuk kami. Sebuah musim dengan satu atau dua podium sangat luar biasa, sehingga ketika kami memiliki total delapan podium untuk memberi kami perasaan yang hebat di dalam tim,” ungkapnya.

"Andrea tentu memberi kami banyak kontribusi, dan dia membuktikan bahwa jika Anda bekerja keras dengan tim Anda, Anda bisa meraih podium,” pungkasnya.

Dovi sendiri mulai musim balap tahun depan tidak lagi membela Monster Yamaha Tech 3, setelah memastikan diri untuk memperkuat Ducati. Dovi bakal bahu-membahu bersama Nicky Hayden membangun Desmosedici

Jumat, 21 Desember 2012

Yamaha Dukung Lorenzo "Main Aman

Yamaha Dukung Lorenzo "Main Aman"


Jorge Lorenzo Guerrero (Foto: Reuters)
Jorge Lorenzo Guerrero (Foto: Reuters)
 Ambisi mengulang gelar di musim depan, membuat Yamaha mesti introspeksi dan merefleksi diri, terhadap apa yang menjadi kekurangan dan kelebihan. Dengan Jorge Lorenzo dan kembalinya Valentino Rossi, Yamaha ingin lebih di musim 2013 mendatang.

Jika ingin memutar kembali ingatan tentang apa-apa saja yang harus disorot, jelas bin jelas Lorenzo menjadi referensi. Mengingat Ben Spies di musim 2012 tak memuaskan, maka bos Yamaha, Wilco Zeelenberg ingin menggali potensi lebih X’Fuera, termasuk strategi Lorenzo yang menyiratkan “bermain aman” terhadap ancaman Dani Pedrosa di jok Honda Repsol, yang mulai bangkit di pertengahan musim lalu.

“Jorge sangat konsisten, tapi kuncinya ada di persiapan pra-musim tim. Pada tes awal musim lalu di Sepang, kami sangat kompetitif. Jorge melahap banyak lap dan menjadi satu-satunya rider yang melakukan simulasi balapan di tes kedua Sepang. Selain dia, tak ada lagi yang melakukannya,” papar Zeelenberg.

“Pertarungan dengan Casey (Stoner) di Qatar, terusik kendala cedera tangannya, sementara Jorge sangat cepat hingga akhir balapan. Itu momen yang penting. Kami punya keuntungan di situ dalam tiga dan empat seri pertama,” lanjutnya, sebagaimana disadur MCN, Sabtu (22/12/2012).

Kendati demikian, ancaman Honda ternyata berganti dari Stoner – sang incumbent gelar, ke rekannya, Pedrosa. Di pertengahan musim, Lorenzo pun hanya sukses mendulang dua puncak podium, yakni di GP Italia dan San Marino.

Sementara Lorenzo, terlihat hanya bermain ‘aman’ dan dianggap publik, tak berani ambil risiko kehilangan pemuncak klasemen, dengan tak bertarung ketat dengan Pedrosa. Di titik ini, tim garpu tala ambil sikap membela bahwa strategi cerdas Lorenzo itu sudah benar, apalagi setelah mengalami crash di seri Assen GP Belanda.

“Jorge dengan cerdas mempertahankan klasemen tapi masalahnya Dani dan Honda kian berkembang. Mereka juga konsisten meraih waktu tercepat terhadap kami, lebih-lebih di saat-saat kondisi ban mulai aus di akhir lomba,” sambung Zeelenberg.

“Finis di posisi dua dan tak mengambil risiko buruk, adalah strategi terbesar. Tentu Jorge ingin menang, dan seperti yang kita lihat sendiri di Valencia. Jika tak ada jarak yang besar, risiko seperti itu amat buruk akibatnya. Secara mental, berat buat Lorenzo jika jatuh lagi. Itu sudah kita lihat di Assen ketika dia kehilangan poin-poin penting,” tutup eks-joki Motocross itu.
+Jorge Lorenzo Guerrero

Senin, 17 Desember 2012

Rossi Hanya Mau Menang

Lorenzo: Rossi Hanya Mau Menang


Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo. (Foto: Reuters)
Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo. (Foto: Reuters)
Jorge Lorenzo menyambut baik kedatangan Valentino Rossi kembali ke Yamaha. Bahkan, Lorenzo mengatakan ini merupakan kesempatan bagus bagi Rossi untuk memperlihatkan dirinya masih bisa bersaing meraih kemenangan di musim 2013.

The Doctor akan kembali ke pabrikan YZR-M1 pada musim depan, setelah sebelumnya selama dua tahun bersama Ducati mengalami frustrasi dan kecewa. Pembalap asal Italia itu hanya mampu mencetak tiga kali podium dalam 35 penampilan bersama Ducati.

Sebelumnya, Rossi sudah mengatakan alasan untuk kembali ke Yamaha adalah mencoba memahami apakah pembalap 33 tahun itu masih dapat bersaing meraih kemenangan dan menambah rekor kemenangan miliknya, yang mana sejauh ini sudah mencatatkan 79 kali menang.

Pembalap Yamaha mengatakan Rossi mengalami kesulitan untuk membuat motor Ducati lebih kompetitif. Tugas itu menurut Lorenzo, lebih berat bagi Rossi ketimbang memilih kembali memperkuat Yamaha musim 2013 mendatang.

“Saya rasa tugas yang paling berat dalam karier Rossi adalah berada di Ducati dan tidak bisa bersaing. Saya rasa ini sudah sangat melukainya karena Rossi ingin sekali bersaing dan memenangi balapan dengan motor dari Italia,” kata Lorenzo.

“Saya rasa Rossi sangat kecewa, tapi saya berpikir sekarang semua bisa membaik dengan situasi baru. Saya rasa Rossi memiliki kesempatan untuk memperlihatkan dia masih mampu meraih kemenangan,” tandas pembalap asal Spanyol, dilaporkan MCN.

Tak Akan Ada Dinding Pembatas!

Lorenzo: Kali ini, Tak Akan Ada Dinding Pembatas!

Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi di sesi konferensi pers musim lalu (Foto: Reuters)
Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi di sesi konferensi pers musim lalu (Foto: Reuters)
Jorge Lorenzo menegaskan bahwa di musim depan, dirinya akan 'buka-bukaan' dengan rekan setimnya, Valentino Rossi terkait settingan motor.

Rossi diketahui akan kembali menjadi tandem Lorenzo pada musim MotoGP 2013, usai menjalani dua musim yang buruk bersama Ducati. Pada pengalaman duet pertamanya pada 2008-2010 lalu, Rossi dan Lorenzo diketahui tidak berhubungan dengan baik.

Kala itu, Rossi yang masih jadi pembalap utama, mulai merasa terancam dengan performa Lorenzo yang terus menanjak. Puncaknya, pada musim 2010, The Doctor meminta pihak Yamaha untuk membuatkan dinding pemisah di garasi tim. Hal ini dilakukan demi menjaga kerahasiaan settingan motor pembalap asal Italia tersebut.

Namun, kini situasinya terbalik. Lorenzo kini berstatus pembalap utama setelah sukses menghadirkan dua gelar juara untuk Yamaha, sementara Rossi hanya jadi pembalap kedua.

Akankah Lorenzo membalas Rossi? Kecemasan tersebut sempat terlintas dalam benak kubu Yamaha. Namun, The Spaniard menegaskan bahwa hal itu tidak akan terjadi.

“Mungkin, terlalu banyak kepentingan sehingga ada dinding pembatas. MotoGP adalah olahraga individu, karena setiap orang antusias akan pekerjaannya sendiri. Ini tidak seperti sepakbola atau basket,” tutur Lorenzo coba memahami alasan Rossi meminta dinding pembatas, kala itu.

“Terlepas dari itu semua, saya tidak masalah. Untuk kali ini, tidak akan ada dinding pembatas,” tuntas sang juara dunia dikutip Autosport.

Jumat, 14 Desember 2012

Stoner Kian Dekati Karier V8 Supercars

Stoner Kian Dekati Karier V8 Supercars

Casey Stoner (kiri) (Foto: Reuters)
Casey Stoner (kiri) (Foto: Reuters)
Selepas pensiun dari pacuan kuda besi MotoGP, teka-teki masa depan Casey Stoner masih menjadi hal yang dinanti para fans-nya. Saat ini eks-rider Honda Repsol itu diyakini akan menjajal arena V8 Supercar secara kontinu.

Pagi tadi, Stoner diakui manajer TeamVodafone, Adrian Burgess, sudah menjajal mobil Holden Commodore milik Jamie Whincup di sebuah sesi tes yang digelar di Queensland Raceway, Ipswich. Spekulasi pun bertebaran bak jamur di musim hujan yang mengatakan, Stoner akan serius menekuni kariernya di V8.

“Hasil tesnya saat ini sudah bagus dan adaptasi dirinya dengan situasi di belakang kemudi, sudah baik. Dia sendiri memang ingin merasakan, bagaimana deru mesin V8,” terang Burgess, seperti dikutip TheWest, Selasa (11/12/2012).

Di trek yang memiliki total panjang 3,12 km itu, Stoner memantapkan waktu terbaik 1 menit 11 detik. Perihal kegiatannya di belakang kemudi V8, bukan hal ‘ujug-ujug’ bagi Stoner. Dengan sesi tes hari ini, berarti sudah dua kali The Kurri Kurri Boy mencicipi V8. Walau begitu, Burgess belum bisa memastikan masa depan Stoner di kokpit roda empat.

“Menyoal hari ini, dia hanya mencoba mengendarai mobil kami. Setelah hari ini berakhir, dia segera pulang dan mungkin akan menganalisa masa depannya, apakah ingin mencoba kompetisi ini atau tidak,” tuntas Burgess.

Kamis, 13 Desember 2012

Legenda dari Masa Ke Masa MotoGP

Legenda dari Masa Ke Masa MotoGP

MotoGP, Motogp legend, legenda motogp, juara dunia motogpSiapa yang tak kenal Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, Nicky Hayden, Casey Stoner, ataupun Dani Pedrosa. Pembalap-pembalap besar MotoGP yang jadi buah bibir para pecinta ajang balap motor dunia MotoGP. Namun apakah nama nama besar pembalap MotoGP di jaman dahulu  seperti Freddie Spencer, Giacomo Agostini, Mike Hailwood, Geoff Duke serta John Surtees ?

Nama-nama diatas merupakan para pendahulu dari juara dunia ajang balap yang telah berjalan lebih dari 60 tahun. Kali ini kami ingin mengenang para juara dunia balap MotoGP Dari awal ajang ini diadakan hingga sekarang.
Tahun MotoGP (1000 cc) Moto2 (600cc)   Moto 3 (250cc)
2012 Jorge Lorenzo (Yamaha) Marc Márquez (Honda) Sandro Cortese (KTM)
Tahun MotoGP (800 cc) Moto2 (600cc) 125 cc
2011 Casey Stoner (Honda) Stefan Bradl (Honda) Nicolas Terol (Aprilia)
2010 Jorge Lorenzo (Yamaha) Toni Elias (Honda) Marc Márquez (Derbi)
Tahun
MotoGP (800 cc) 250 cc 125 cc
2009 Valentino Rossi (Yamaha) Hiroshi Aoyama (Honda) Julian Simon (Aprilia)
2008 Valentino Rossi (Yamaha) Marco Simoncelli (Gilera) Mike di Meglio (Derbi)
2007 Casey Stoner (Ducati) Jorge Lorenzo (Aprilia) Gábor Talmácsi (Aprilia)
Tahun MotoGP (990 cc) 250 cc 125 cc
2006 Nicky Hayden (Honda) Jorge Lorenzo (Aprilia) Álvaro Bautista (Aprilia)
2005 Valentino Rossi (Yamaha) Daniel Pedrosa (Honda) Thomas Lüthi (Honda)
2004 Valentino Rossi (Yamaha) Daniel Pedrosa (Honda) Andrea Dovizioso (Honda)
2003 Valentino Rossi (Honda) Manuel Poggiali (Aprilia)  Daniel Pedrosa (Honda)
2002 Valentino Rossi (Honda) Marco Melandri (Aprilia) Arnaud Vincent (Aprilia)
Tahun  500 cc 250 cc 125 cc
2001 Valentino Rossi (Honda) Daijiro Kato (Honda) Manuel Poggiali (Gilera)
2000 Kenny Roberts, Jr. (Suzuki) Olivier Jacque (Yamaha)  Roberto Locatelli (Aprilia)
1999 Àlex Crivillé (Honda) Valentino Rossi (Aprilia) Emilio Alzamora (Honda)
1998 Michael Doohan (Honda) Loris Capirossi (Aprilia) Kazuto Sakata (Aprilia)
1997 Michael Doohan (Honda) Max Biaggi (Honda) Valentino Rossi (Aprilia)
1996 Michael Doohan (Honda) Max Biaggi (Aprilia) Haruchika Aoki (Honda)
1995 Michael Doohan (Honda) Max Biaggi (Aprilia) Haruchika Aoki (Honda)
1994 Michael Doohan (Honda) Max Biaggi (Aprilia) Kazuto Sakata (Aprilia) 
1993 Kevin Schwantz (Suzuki) Tetsuya Harada (Yamaha) Dirk Raudies (Honda) 
1992 Wayne Rainey (Yamaha) Luca Cadalora (Honda) Alessandro Gramigni (Aprilia) 
1991 Wayne Rainey (Yamaha)  Luca Cadalora (Honda) Loris Capirossi (Honda)
1990 Wayne Rainey (Yamaha) John Kocinski (Yamaha) Loris Capirossi (Honda)
Tahun 500 cc  250 cc 125 cc  80 cc
1989 Eddie Lawson (Honda) Sito Pons (Honda) Àlex Crivillé (JJ Cobas) Manuel Herreros (Derbi)
1988 Eddie Lawson (Yamaha) Sito Pons (Honda) Jorge Martínez (Derbi) Jorge Martínez (Derbi)
1987 Wayne Gardner (Honda) Anton Mang (Honda) Fausto Gresini (Garelli) Jorge Martínez (Derbi)
1986 Eddie Lawson (Yamaha) Carlos Lavado (Yamaha) Luca Cadalora (Garelli) Jorge Martínez (Derbi) 
1985 Freddie Spencer (Honda) Freddie Spencer (Honda) Fausto Gresini (Garelli) Stefan Dörflinger    (Krauser)
1984 Eddie Lawson (Yamaha) Christian Sarron (Yamaha) Ángel Nieto (Garelli) Stefan Dörflinger (Zündapp)
Tahun  500 cc  350 cc 250 cc 125 cc  50 cc
1983 Freddie Spencer (Honda) Carlos Lavado (Yamaha) Ángel Nieto (Garelli) Stefan Dörflinger (Krauser)  

1982
Franco Uncini (Suzuki) Anton Mang (Kawasaki) Jean-Louis Tournadre (Yamaha) Ángel Nieto (Garelli)  Stefan     Dörflinger (Kreidler)
1981 Marco Lucchinelli (Suzuki) Anton Mang (Kawasaki)  Anton Mang (Kawasaki) Ángel Nieto (Minarelli) Ricardo Tormo     (Motul-Bultaco)
1980 Kenny Roberts (Yamaha) Jon Ekerold (Yamaha) Anton Mang (Kawasaki) Pier Paolo Bianchi (MBA) Eugenio Lazzarini     (Kreidler)
1979 Kenny Roberts (Yamaha) Kork Ballington (Kawasaki)  Kork Ballington (Kawasaki) Ángel Nieto (Minarelli) Eugenio     Lazzarini (Kreidler)
1978  Kenny Roberts (Yamaha) Kork Ballington (Kawasaki) Kork Ballington (Kawasaki) Eugenio Lazzarini (MBA) Ricardo     Tormo (Bultaco)
1977 Barry Sheene (Suzuki)   Takazumi Katayama (Yamaha) Mario Lega (Morbidelli) Pier Paolo Bianchi (Morbidelli) Ángel     Nieto (Bultaco)
1976 Barry Sheene (Suzuki) Walter Villa (Harley-Davidson) Walter Villa (Harley-Davidson) Pier Paolo Bianchi     (Morbidelli) Ángel Nieto (Bultaco)
1975 Giacomo Agostini (Yamaha) Johnny Cecotto (Yamaha)  Walter Villa (Harley-Davidson) Paolo Pileri (Morbidelli) Ángel Nieto (Kreidler)
1974 Phil Read  (MV Agusta) Giacomo Agostini (Yamaha)  Walter Villa (Harley-Davidson) Kent Andersson (Yamaha) Henk     van Kessel (Kreidler)
1973 Phil Read (MV Agusta) Giacomo Agostini (MV Agusta) Dieter Braun (Yamaha) Kent Andersson (Yamaha) Jan de Vries     (Kreidler)
1972 Giacomo Agostini (MV Agusta) Giacomo Agostini (MV Agusta) Jarno Saarinen (Yamaha) Ángel Nieto (Derbi) Ángel     Nieto (Derbi)
1971 Giacomo Agostini (MV Agusta)  Giacomo Agostini (MV Agusta)  Phil Read (Yamaha) Ángel Nieto (Derbi) Jan de Vries     (Kreidler)
1970 Giacomo Agostini (MV Agusta) Giacomo Agostini (MV Agusta) Rodney Gould (Yamaha) Dieter Braun (Suzuki) Ángel     Nieto (Derbi)
1969 Giacomo Agostini (MV Agusta)  Giacomo Agostini (MV Agusta) Kel Carruthers (Benelli) Dave Simmonds (Kawasaki) Ángel Nieto (Derbi)
1968 Giacomo Agostini (MV Agusta) Giacomo Agostini (MV Agusta) Phil Read (Yamaha) Phil Read (Yamaha) Hans-Georg     Anscheidt (Suzuki)
1967 Giacomo Agostini (MV Agusta) Mike Hailwood (Honda) Mike Hailwood (Honda)  Bill Ivy (Yamaha)  Hans-Georg     Anscheidt (Suzuki)
1966 Giacomo Agostini (MV Agusta)  Mike Hailwood (Honda) Mike Hailwood (Honda) Luigi Taveri (Honda) Hans-Georg     Anscheidt (Suzuki)
1965 Mike Hailwood (MV Agusta) Jim Redman (Honda)  Phil Read (Yamaha) Hugh Anderson (Suzuki) Ralph Bryans (Honda)
1964 Mike Hailwood (MV Agusta)  Jim Redman (Honda)  Phil Read (Yamaha) Luigi Taveri (Honda) Hugh Anderson (Suzuki)
1963                Mike Hailwood (MV Agusta) Jim Redman (Honda) Jim Redman (Honda) Hugh Anderson (Suzuki) Hugh Anderson (Suzuki)
1962 Mike Hailwood (MV Agusta) Jim Redman (Honda) Jim Redman (Honda) Luigi Taveri (Honda) Ernst Degner (Suzuki)
1961 Gary Hocking (MV Agusta) Gary Hocking (MV Agusta) Mike Hailwood (Honda) Tom Phillis (Honda)    
1960 John Surtees (MV Agusta)  John Surtees (MV Agusta) Carlo Ubbiali (MV Agusta) Carlo Ubbiali (MV Agusta)   
1959              John Surtees (MV Agusta) John Surtees (MV Agusta) Carlo Ubbiali (MV Agusta) Carlo Ubbiali (MV Agusta)    
 1957            Libero Liberati (Gilera) Keith Campbell (Moto Guzzi)  Cecil Sandford (Mondial) Tarquinio Provini (Mondial)    
 1956             John Surtees (MV Agusta)  Bill Lomas (Moto Guzzi) Carlo Ubbiali (MV Agusta) Carlo Ubbiali (MV Agusta)    
1955          Geoff Duke (Gilera) Bill Lomas (Moto Guzzi) Hermann Paul Müller (NSU) Carlo Ubbiali (MV Agusta)
 Tahun  500 cc 350 cc  250 cc 125 cc   Sidecar
 1954 Geoff Duke (Gilera) Fergus Anderson (Moto Guzzi)  Werner Haas (NSU) Rupert Hollaus (NSU) Wilhelm Noll (BMW)
 1953 Geoff Duke (Gilera) Fergus Anderson (Moto Guzzi) Werner Haas (NSU) Werner Haas (NSU)  Eric Oliver (Norton)
 1952      Umberto Masetti (Gilera) Geoff Duke (Norton) Enrico Lorenzetti (Moto Guzzi) Cecil Sandford (MV Agusta) Cyril Smith (Norton)
 1951      Geoff Duke (Norton) Geoff Duke (Norton) Bruno Ruffo (Moto Guzzi) Carlo Ubbiali (Mondial)  Eric Oliver (Norton)
 1950      Umberto Masetti (Norton) Bob Foster (Velocette) Dario Ambrosini (Benelli) Bruno Ruffo (Mondial) Eric Oliver (Norton)
 1949      Leslie Graham (AJS)  Freddie Frith (Velocette) Bruno Ruffo (Moto Guzzi) Nello Pagani (Mondial) Eric Olivier (Norton)
Perolehan juara untuk Pabrikan Kelas Primer
MV Agusta   : 18
YAMAHA       : 16
HONDA        : 15
SUZUKI        : 6
GILERA        : 5
NORTON     : 2
DUCATI        : 1
AJS               : 1

Rabu, 12 Desember 2012

Dorna Tetap Buka Pintu MotoGP untuk Suzuki

Dorna Tetap Buka Pintu MotoGP untuk Suzuki


Suzuki Team (Foto: Ist)
Suzuki Team (Foto: Ist)
Suzuki yang masih dibelit ‘sanksi’ sejak 2011 silam, masih berusaha mencapai standar kompetensi yang ditetapkan Dorna, jika masih ingin menyimpan harapan kembali ke MotoGP, 2014 mendatang.

Pabrikan Jepang yang ‘ambruk’ tersapu krisis keuangan itu, meminta perizinan untuk sekedar itu sesi tes resmi MotoGP musim 2013 kepada bos Dorna, Carmelo Ezpeleta. Kabarnya, Suzuki berniat merekrut Cal Crutchlow dan Randy de Puniet sementara waktu untuk sesi uji-coba tersebut.

“Mereka (Suzuki), meminta kepada kami untuk ikut sesi tes selama musim 2013. Apabila segalanya berjalan lancar, mungkin kita akan melihat mereka lagi di MotoGP musim 2014, tutur Ezpeleta, seperti disadur Crash, Selasa (11/12/2012).

Seumpama Suzuki comeback, MotoGP akan kembali punya empat pabrikan besar, sama seperti kontes jet darat Formula One, yang berbagai tim yang ada, disuplai empat pabrikan. Soal jumlah pabrikan, tak menjadi masalah bagi Ezepeleta. Hanya saja, Dorna menginginkan tim yang kompetitif.

“Kami punya tiga pabrikan saat ini bersama Honda, Yamaha dan Ducati. Jika Suzuki kembali, kami akan punya empat, sama seperti di Formula 1, dan buat saya, tak ada masalah sama sekali dengan itu,” lanjutnya.

“Hal terpenting buat kami adalah, kompetisi yang kompetitif. Jika kami bisa menyajikan itu dengan lebih banyak pabrikan, akan lebih baik, tapi kuncinya, tetap pada motor yang kompetitif,” tutup Ezpeleta.

Sejak memasuki milenium ketiga, Suzuki memang bak mengalami kemunduran. Terakhir Suzuki berjaya, adalah di tahun 2000 bersama Kenny Roberts. Namun setelah MotoGP beralih ke mesin empat tak, baru sekali Suzuki mengirim ridernya ke puncak podium, tepatnya di seri Le Mans musim 2007 dengan mengusung Chris Vermeulen.

Rossi Comeback, Lorenzo Tak Gentar

Rossi Comeback, Lorenzo Tak Gentar


Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo. (Foto: Reuters)
Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo. (Foto: Reuters)
Jorge Lorenzo tidak gentar dengan kembalinya Valentino Rossi. Bahkan, Lorenzo menilai kedatangan Rossi akan membuatnya semakin tangguh menghadapi musim 2013 mendatang.

Penikmat MotoGP akan melihat kembali rivalitas antara Rossi dengan Lorenzo, setelah pembalap asal Italia itu secara memutuskan kembali ke Yamaha, awal musim ini. The Doctor meninggalkan Ducati setelah tidak mampu meraih kemenangan dalam waktu dua musim.

Seperti diketahui, persaingan sengit terjadi ketika Rossi dan Lorenzo pertama kali berpasangan pada musim 2008-2010. Bahkan ketika itu, Rossi meminta kepada Yamaha untuk membuat tembok pembatas supaya datanya tidak dicuri Lorenzo.

“Semua pembalap ingin meraih dengan cara yang mudah. Ini perasaan yang biasa terjadi. Semua orang ingin menang mudah dan mendapatkan kesuksesan tanpa kesulitan. Namun, saya merasa rivalitas dengan Rossi merupakan hal baik buat saya,” ujar Lorenzo, dilaporkan MCN.

“Saya rasa ini juga bagus buat Yamaha mengingat mereka akan memiliki pembalap tangguh. Ini juga kesempatan yang bagus untuk Rossi memperlihatkan kemampuannya dan saya rasa dia akan merasa nyaman dengan motor yang mudah dikendarai,” tambahnya.

Kondisi berbeda terjadi musim ini. Lorenzo sedang dalam performa terbaik. Tak heran, juara MotoGP 2012 itu sangat yakin kedatangan Rossi akan membuat mentalnya semakin tangguh. Lorenzo akan semakin fokus untuk mempertahankan gelar juara yang diraih pada balapan di Australia, Oktober lalu,

“Saya rasa jujur ini akan sangat bagus buat saya dan membantu meningkatkan mental untuk mendapatkan kesempatan mengalahkan salah satu pembalap terbaik. Saya rasa Rossi memiliki kesempatan bisa meraih kemenangan,” tandas pembalap asal Spanyol itu.

Rossi: Stoner Mulai Benci Aku Setelah Kalah di Laguna 2008

Rossi: Stoner Mulai Benci Aku Setelah Kalah di Laguna 2008

MOTOGP Pertarungan antara Valentino Rossi (depan) dengan Casey Stoner, pada GP Amerika Serikat 2008. Rossi nekat menembus dari sisi dalam dan melewati trotoar untuk mengalahkan Stoner.



Valentino Rossi mengungkapkan awal kisah Casey Stoner memusuhinya. Menurut "The Doctor", Stoner, yang baru saja pensiun seusai MotoGP musim 2012, "mulai membencinya" setelah mengalami kekalahan yang menyesakkan di GP Amerika Serikat tahun 2008.

Hampir sepanjang akhir pekan di Laguna Seca, Stoner mendominasi, mulai dari latihan bebas hingga kualifikasi. Namun saat balapan, pebalap Ducati ini tak mampu melanjutkan kedigdayaannya karena dia dikalahkan oleh Rossi, yang waktu itu masih bersama tim Yamaha.

Pertarungan kedua pebalap ini sangat ketat karena ketika Stoner berada di depan, Rossi berhasil menyalipnya. Kejadian yang akan selalu dikenang adalah duel di tikungan corkscrew, di mana Rossi nekat menembus tepi lintasan di sisi dalam untuk mengambil alih pimpinan lomba dan akhirnya jadi pemenang.

Akibat pertarungan yang menegangkan itu, Stoner keluar trek dan jatuh dari motor Ducatinya dan harus puas finis di posisi kedua. Pemilik nomor 27 ini bahkan menolak untuk berjabatan tangan dengan Rossi, meskipun di seri berikutnya mereka kembali bersalaman.

"Perang" lainnya terjadi antara Rossi dan rekan setimnya, Jorge Lorenzo, di Sirkuit Catalunya pada tahun 2009, di mana Rossi berhasil menyalip pebalap Spanyol tersebut. Ini juga menjadi momen tak terlupakan di era MotoGP mesin 800 cc.

Kisah balapan penuh drama yang dilakukan Rossi tak hanya sampai di situ. Pada musim 2010 di Jerez, Rossi kembali melakukan hal serupa, tetapi kali ini dia mengalami kecelakaan yang membuat Stoner pun gagal melanjutkan lomba. Setelah itu Stoner menyindir juara dunia tujuh kali MotoGP tersebut dengan pernyataan "apakah ambisimu melebihi bakatmu?"

Berbicara kepada majalah Dainese Legends, Rossi mengatakan tentang pertarungan di GP Amerika Serikat itu: "Stoner mulai membenciku hanya karena dia kalah. Setelah itu, dia selalu terlihat mulai membicarakan tentang masa lalu, balapan ini (Laguna), karena dia bukanlah orang yang cukup memahami bahwa pada saat itu, dia kalah!"

Semusim setelah Stoner menjadi juara dunia pada 2007, yang merupakan gelar pertamanya di kelas premier, Rossi pun kembali merengkuh trofi MotoGP untuk keenam kalinya. Pada tahun 2009, pebalap Italia ini kembali menjadi juara dunia untuk kali ketujuh, sebelum dia cedera patah kaki pada 2010, dan mengalami dua musim terburuk sepanjang kariernya bersama Ducati pada 2011 dan 2012.

Merefleksi evolusi MotoGP, Rossi merasa bahwa pada masa sekarang olahraga ini dan para kompetitornya sudah "terlalu serius".

"Dalam beberapa tahun terakhir, olahraga ini sudah menjadi terlalu serius, dan begitu juga dengan para pebalap. Pada masa lalu, ini lebih menyangkut keberanian. Namun sekarang, semua orang lebih serius dan sangat atletik. Mereka melakukan diet dan banyak latihan dan tidak memiliki kehidupan yang normal. Saya pikir hal tersebut penting agar bisa merasa senang juga!"

Peraih sembilan gelar juara dunia grand prix ini pun berbicara tentang kemenangan yang tak lagi menghampirinya selama dua tahun terakhir. Rossi merasa, bersama Yamaha, dia akan kembali merasakan "candu" kemenangan itu, ketika MotoGP musim 2013 mulai bergulir di Qatar, yang menjadi seri pembuka.

"Rasa kemenangan berbeda dari semua hal. Itu seperti candu. Ini merupakan alasan utama untuk balapan. Sayang, itu sangat singkat, hanya tiga atau empat jam. Pada hari berikutnya, Anda perlu lebih lagi. Itu tak pernah berhenti."

Rossi untuk sementara memegang rekor sepanjang masa untuk jumlah kemenangan di kelas premier. Sejak melakukan debutnya pada tahun 2000, pebalap berusia 33 tahun ini sudah meraih 79 kemenangan dan merengkuh tujuh gelar juara dunia. Akan tetapi, kemenangan terakhirnya di kelas paling bergengsi ini terjadi pada tahun 2010 di Sepang, Malaysia.
Stoner mulai benci aku hanya karena dia kalah. Setelah itu, dia selalu membicarakan tentang masa lalu, balapan ini Laguna, karena dia bukan orang yang cukup paham bahwa pada saat itu, dia kalah!
-- Valentino Rossi

Rossi Tak Harus Memberi Bukti Bersama Yamaha

Rossi Tak Harus Memberi Bukti Bersama Yamaha
:
MOTOGP Dua pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo (kiri), dan Valentino Rossi, saat di garasi Yamaha saat uji coba pasca-musim di Aragon, Rabu (14/11/2012).


Publik pecinta balap motor MotoGP pasti punya ekspektasi yang tinggi ketika mengetahui Valentino Rossi memutuskan untuk kembali bergabung dengan Yamaha pada musim 2013. Tetapi, bos Yamaha, Massimo Meregalli, justru mengatakan bahwa tak ada yang harus dibuktikan oleh "The Doctor" pada kesempatan keduanya bersama tim Jepang ini.

Rossi baru saja mengalami dua musim yang sangat buruk bersama tim Ducati, sepanjang kariernya di MotoGP. Pasalnya, dari 35 penampilannya bersama tim Italia tersebut, Rossi tak pernah meraih kemenangan dan hanya tiga kali naik podium.
Valentino adalah Valentino, dan dia tak perlu memperlihatkan apa pun. Dia akan 34 tahun dan risiko pebalap di usia itu akan berbeda dengan 23 tahun.
-- Massimo Meregalli
Lantaran "tenggelam" oleh kesuksesan para pebalap muda yang juga sekaligus rivalnya, Rossi mengambil langkah baru pada musim 2013. Dia memutuskan untuk kembali menggunakan mesin YZR-M1, yang pernah dipakai dan membawanya meraih juara dunia sebanyak empat kali, dari musim 2004 hingga 2010.

Akan tetapi, di usianya yang sudah 33 tahun, Rossi ditengarai bakal sulit bersaing dengan rekan setimnya, Jorge Lorenzo. Apalagi, status juara dunia sembilan kali grand prix ini adalah nomor dua, di bawah Lorenzo.

Namun, Meregalli tak mau memikirkan tentang hal itu. Kepada MCN, dia mengatakan, "Valentino adalah Valentino, dan dia tak perlu memperlihatkan apa pun. Dia akan 34 tahun dan risiko pebalap di usia itu akan berbeda dengan 23 tahun. Tetapi, pengalaman yang dimilikinya seimbang. Setiap saat dia bisa melihat bahwa hasil bagus diraih di Ducati memperlihatkan bahwa dia masih berada di level sangat tinggi."

Meregalli juga tidak berharap kembali muncul friksi dan permusuhan yang mendominasi hubungan Lorenzo dan Rossi ketika mereka menjadi tandem antara 2008 hingga 2010. Dia justru mengharapkan ada persatuan yang kuat antara Rossi dan Lorenzo, yang pada musim 2012 merengkuh gelar keduanya di kelas premier.

"Mereka berdua memiliki kesempatan yang besar, dan pengalaman kali terakhir akan banyak membantu mereka. Saya tidak berharap timbul konflik yang sama dan kali ini tim akan menjadi satu, tanpa tembok pemisah di tengah."