Selasa, 25 September 2012

ducati

Lintas Balap Yamaha
Dua pekan lalu di Sirkuit Misano, San Marino, Valentino Rossi membawa Ducati tampil impresif karena untuk pertama kalinya sejak 2011, "The Doctor" finis di posisi kedua dalam sebuah balapan di sirkuit kering. Ini merupakan fakta dari perkembangan Ducati setelah Rossi menggunakan sasis baru dan lengan ayun baru.

Meskipun demikian, kenyataan tersebut belum sepenuhnya memberikan kepastian bahwa Ducati sudah kompetitif. Menurut Rossi, GP Aragon akhir pekan ini yang akan memberikan keputusan sejauh mana perkembangan kemajuan tim yang bermarkas di Bologna tersebut.

"Kami datang ke Aragon dengan pandangan positif setelah hasil di Misano, walaupun kami tahu juga tahu bahwa setiap balapan memiliki ceritanya tersendiri," ujar Rossi, Selasa (25/9/2012).

"Ini akan menjadi kesempatan pertama kami untuk mengecek jika kemajuan yang kami raih juga akan ditegaskan di trek ini, yang mana sangat berbeda dari Misano. Di sini cepat dan menantang, dan kemampuan menjaga ban di sudut miring, sangat penting.

"Karena itulah, selama uji coba setelah lomba terakhir, kami mencoba lengan ayun (hal baru lainnya) yang saya suka, karena memiliki grip yang lebih baik di kemiringan dan kurang memberikan tekanan kepada ban.

"Meskipun demikian, kami akan melihatnya. Ini akan menjadi kesempatan untuk memahami jika kami benar-benar sudah membuat kemajuan."

Aragon merupakan trek yang sangat sulit bagi Rossi. Pasalnya, dari dua musim yang sudah dilalui, juara dunia tujuh kali MotoGP ini finis di posisi keenam (2010 bersama Yamaha), dan musim lalu dia di posisi ke-10 (Ducati).

Sementara itu rekan setim Rossi, Nicky Hayden, yang akan melakukan debutnya dengan bagian-bagian terbaru Ducati, mengaku senang dengan karakteristik Aragon. Dia pun memiliki kenangan yang cukup bagus, karena finis di posisi ketiga pada 2010.

Minggu, 23 September 2012

Klasemen Sementara MOTOGP

- Klasemen sementara

1. Jorge Lorenzo         270
2. Dani Pedrosa          232
3. Casey Stoner          186
4. Andrea Dovizioso     163
5. Cal Crutchlow          122
6. Valentino Rossi        120
7. Alvaro Bautista         118
8. Stefan Bradl             115
9. Nicky Hayden           93
10. Ben Spies               77
11. Hector Barbera        60
12. Randy de Puniet      48
13. Aleix Espargaro       45
14. Karel Abraham         25
15. Yonny Hernandez     25
16. Michele Pirro           24
17. Colin Edwards          22
18. James Ellison           18
19. Mattia Pasini             13
20. Danilo Petrucci         11
21. Ivan Silva                  11
22. Toni Elias                  10
23. Jonathan Rea            8
24. Steve Rapp                1
25. David Salom              1

Sabtu, 22 September 2012

#46 valentino rossi siap unjuk gigi di seri GP F1 jerman

Bintang MotoGP, Valentino Rossi, akan kembali mengikuti balapan roda empat. "The Doctor" bakal duduk di atas mobil sport Ferrari dalam penampilan keduanya di Blancpain Endurance Series, yang akan berlangsung pada 23 September mendatang di Nurburgring, Jerman.

Kali ini, Rossi akan menggunakan Kessel Racing Ferrari 458 Italia untuk tampil di kelas Pro-Am. Juara dunia tujuh kali MotoGP ini tetap menggunakan nomor keramatnya, 46, yang bakal terpampang di mobil.

Pada keikutsertaannya bulan April lalu di Monza, Rossi dan teman baiknya, Alessio "Uccio" Salucci, menempati posisi ke-10 saat kualifikasi. Peraih sembilan gelar juara grand prix ini finis di posisi ke-18 dalam balapan yang berlangsung di trek basah tersebut.


Rabu, 19 September 2012

Lorenzo Favorit Juara Dunia

Pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo, saat ini memiliki peluang yang sangat besar untuk menjadi juara dunia MotoGP 2012. Juara dunia 2010 itu menjadi kandidat terkuat setelah dia memenangi GP San Marino akhir pekan lalu, sedangkan rival terdekatnya, Dani Pedrosa, gagal finis akibat kecelakaan.

Demikian pandangan bos kru Valentino Rossi, Jerry Burgess, setelah Lorenzo mengukir kemenangan ketujuh sepanjang musim ini di Sirkuit Misano, Minggu (16/9/2012). Pada saat yang bersamaan, Pedrosa justru mengalami nasib sial karena ditabrak pebalap Pramac Ducati, Hector Barbera, saat balapan baru berlangsung dua lap.

Dengan kemenangan pada seri ke-13 tersebut, Lorenzo kini menjauh lagi dari rival sekaligus kompatriotnya dari Spanyol itu. Kini, mantan juara dunia dua kali kelas 250 cc tersebut unggul 38 poin atas pebalap Repsol Honda itu. Padahal, sebelum GP San Marino, Pedrosa memberikan ancaman serius karena hanya terpaut 13 angka.

Dengan lima seri tersisa, Lorenzo berada di atas angin, meskipun peluang Pedrosa belum tertutup. Pasalnya, masih ada total 125 poin yang diperebutkan sehingga segala kemungkinan masih bisa terjadi.

Menurut Burgess, kenyataan yang terjadi di GP San Marino tentu membuat ratusan ribu pencinta MotoGP sedikit kecewa karena persaingan menjadi sedikit berkurang ketika Pedrosa mengalami kecelakaan. Dengan demikian, Lorenzo berada dalam posisi sangat menguntungkan dalam persaingan mengejar gelar juara dunia.

"Ini jelas membuat Jorge menjadi favorit dalam perburuan gelar juara dalam pertarungan antara mereka. Apa pun yang terjadi tentu mengecewakan bukan hanya bagi mereka, melainkan juga mereka yang berharap melihat kejuaraan ditentukan di Valencia.

"Sekarang, jarak kembali jauh 38 poin dengan lima balapan tersisa, dan kita tampaknya tidak bisa melihat Casey (Stoner) tampil untuk beberapa balapan ke depan. Saya yakin (Shuhei) Nakamoto (Vice President HRC) dan Dani sudah menepuk jidat."

Stoner Pastikan Tampil di GP Australia

Casey Stoner yakin, dia akan kembali tepat saat balapan di tanah kelahirannya, Australia. Meskipun demikian, juara dunia 2007 dan 2011 ini menepis kemungkinan untuk meraih kemenangan keenam secara berturut-turut di Sirkuit Phillip Island.

Stoner tak pernah membalap lagi sejak Brno, akibat cedera kerusakan ligamen dan patah tulang enkel kaki kanan. Cedera itu membekapnya akibat kecelakaan hebat saat kualifikasi GP Indianapolis.

Berbicara kepada Channel Seven, pebalap Repsol Honda ini mengatakan bahwa dirinya siap tampil di GP Australia, yang selalu dimenanginya dalam lima musim terakhir. Akan tetapi, dia tak memikirkan peluang menang, sebelum pensiun pada akhir musim ini.

"Saya pikir akan sulit untuk membuatnya menjadi enam secara beruntun, tetapi kami pasti akan berada di sana, bahkan jika mereka harus merekatkanku di motor," ujar mantan pebalap Ducati ini seperti dilansir Autosport, Kamis (19/9/2012).

Stoner mengakui, dirinya berharap bisa lebih cepat tampil sebelum GP Australia karena proses penyembuhan cederanya berlangsung bagus. Akan tetapi, dirinya tak bisa memastikan semunya. Dia hanya berani menjamin bakal tampil di hadapan publik Australia.

"Kami memiliki tim bedah yang fantastis, dia sudah melakukan pekerjaan hebat, sehingga waktu pemulihan menjadi minimal. Tetapi sayang, dengan apa yang sudah saya lakukan, kami harus melihat perkembangannya sebelum saya kembali duduk di sadel motor," ujar Stoner, yang juga sudah mengonfirmasi bahwa dia akan ikut balapan mobil setelah pensiun.

Valentino Rossi mengakui, dirinya ragu bisa menandingi Jorge Lorenzo 2013


Valentino Rossi mengakui, dirinya ragu apakah bisa menandingi Jorge Lorenzo ketika kembali bergabung dengan Yamaha pada MotoGP musim 2013. Karena itu, juara dunia tujuh kali MotoGP tersebut tak memasang target muluk. Hanya dengan bersaing di barisan depan saja sudah menjadi hal yang menggembirakan.

Melihat penampilan Lorenzo yang begitu impresif bersama tim "garpu tala" tersebut, Rossi tak mau bermimpi untuk kembali menjadi juara dunia. Peraih sembilan gelar juara dunia grand prix tersebut mengatakan, tujuan utamanya pada musim depan adalah lebih pada menikmati lomba dan mengevaluasi kembali kemampuannya yang sudah luntur dalam dua musim terakhir.
Saya rasa, akan sulit bagi saya untuk mengalahkannya. Namun, yang terpenting adalah menikmatinya, dan terutama memiliki kesempatan untuk bertarung memperebutkan posisi bagus untuk meraih hasil-hasil penting.
-- Valentino Rossi


"Setelah menjalani dua tahun yang sulit dan keras, saya tidak yakin bisa cepat seperti Lorenzo bersama Yamaha," ujar Rossi, seperti dikutipAutosport, Rabu (19/9/2012).


"Bagi saya, yang penting harus sangat berkonsentrasi pada diri sendiri dan berusaha memahami bagaimana potensi saya di tahun-tahun mendatang.

"Lorenzo mungkin merupakan pebalap terbaik, dan menjalani banyak lomba yang luar biasa bersama motor M1. Saya rasa, akan sulit bagi saya untuk mengalahkannya. Namun, yang terpenting adalah menikmatinya, dan terutama memiliki kesempatan untuk bertarung memperebutkan posisi bagus untuk meraih hasil-hasil penting dan memperbaiki motor dari level ini, dan menjalani sejumlah balapan yang bagus dari awal hingga akhir."

"Saya tahu ini akan sulit, tetapi inilah targetnya."

Rossi juga kembali menepis potensi antara dirinya dan Lorenzo, mengingat hubungan buruk mereka pada masa lalu, ketika masih satu tim di Yamaha dari 2008 hingga 2010. Menurutnya, potensi timbul masalah bakal sangat sedikit lantaran Lorenzo sangat terbuka untuk menerimanya kembali ke tim Jepang tersebut.

Meskipun dia khawatir tak bisa menyaingi Lorenzo, Rossi merasa bahwa kesulitan utama yang membuatnya meninggalkan Ducati adalah kegagalannya dalam mempertahankan "pernikahannya" dengan tim Italia tersebut. Padahal, di awal keputusannya, dia sangat bangga bisa mempersatukan seorang pebalap Italia dengan motor Italia.

"Saya harus bilang bahwa kami sangat sedih karena sudah memberi semaksimal mungkin, tetapi kami tidak meraih hasil memuaskan. Kami menjalani sejumlah balapan bagus, terutama tahun ini, saat balapan basah di Le Mans, ketika ada di peringkat kedua dan memenangi pertarungan dengan Stoner," ungkap Rossi.

"Anda tahu, bagi saya mengambil keputusan ini untuk tahun depan sangatlah berat karena di Ducati saya tahu begitu banyak orang, dan juga Audi datang, serta tentu saja Ducati akan banyak berubah, situasinya, pada tahun-tahun mendatang."

"Pengalaman ini, petualangan ini, sudah sejak awal sangat sulit dan disayangkan, kami tidak mampu mengatasi masalah selama satu setengah tahun ini. Saya pun tidak pernah kompetitif dengan motor ini."

"Kami tidak mampu membuat cukup grip dari ban depan dan kontak yang cukup dengan tanah. Ini menjadi masalah terbesar sejak tes Valencia pada 2010. Setelah dua tahun pun kami masih mengalami masalah serupa."

"Namun, saya membuat keputusan karena, pada titik ini dalam karier saya, saya harus berusaha dan memiliki motor yang lebih kompetitif, motor terbaik; dan pada akhirnya saya membuat keputusan untuk alasan ini."

"Momen yang keras dan sulit sangat penting untuk menjadi orang yang lebih baik dan lebih tangguh. Saya cukup banyak mengalaminya selama periode ini, ketika kami sudah mencoba segalanya tetapi tidak cukup.



                                                                                                                                                        damdy