Sabtu, 30 Maret 2013

Rossi Jadi Tumpuan Kebangkitan Italia



Italia merupakan tanah lahirnya puisi, artis, serta sejumlah bintang lainnya, termasuk pebalap motor. Tetapi, pernyataan itu tampaknya tak sempurna lagi dalam beberapa tahun terakhir (terutama di balap motor), karena Italia seperti mati suri.

Tengok saja prestasi pebalap Italia di arena MotoGP, sejak Valentino Rossi memutuskan untuk meninggalkan Yamaha pada akhir 2010 dan bergabung dengan Ducati. Dalam dua tahun kebersamaannya dengan Desmosedici, yang menjadi motor kebanggaan Italia, Rossi hanya tiga kali naik podium tanpa meraih kemenangan.

Setali tiga uang, Andrea Dovizioso pun tak mampu menembus dominasi para pebalap Spanyol. Meskipun cukup kompetitif bersama tim satelit Yamaha Tech 3, tetapi Dovizioso gagal meraih kemenangan di kelas premier.

Hal yang sedikit berbeda terjadi di kelas lebih rendah, di mana Andrea Iannone, Alex de Angelis dan Romano Faneti beberapa kali meraih kemenangan. Akan tetapi, masih sulit membayangkan persaingan di musim 2013, karena Spanyol masih menjadi rintangan berat untuk ditaklukkan.

Nah, di kelas premier Italia kembali memiliki setitik harapan untuk mengibarkan bendera mereka di podium utama. Keputusan Rossi untuk kembali bergabung dengan Yamaha menjadi alasan utama "Negeri Pizza" bisa bersaing lagi di kelas MotoGP.

Memang, masih terlalu cepat mengatakan kalau Rossi bakal meraih kemenangan. Pasalnya, trio Spanyol yang akan menjadi rival beratnya, telah memperlihatkan bagaimana potensi mereka untuk menjaga superioritasnya.

Tengok saja duo Repsol Honda, Dani Pedrosa dan Marc Marquez, yang begitu impresif selama tiga uji coba resmi pra-musim di Sepang (dua kali) dan Jerez, serta tes privat di Austin. Rekan setim Rossi di Yamaha, Jorge Lorenzo, juga tampil sangat konsisten, yang membuat "The Doctor" menyebut juara dunia 2010 dan 2012 tersebut sebagai yang terbaik selama uji coba pra-musim.

Namun, Rossi pun memperlihatkan bahwa dirinya "belum lupa" cara membalap untuk kembali menjadi pemenang, sejak menjuarai GP Malaysia pada 2010. Peraih tujuh gelar juara dunia MotoGP ini mencatatkan waktu terbaik pada hari kedua uji coba resmi di Jerez, Minggu (24/3/2013), yang membuat dirinya begitu senang.

"Itu tidak penting, tetapi sangat penting!" ujar Rossi mengenai catatan waktu tercepatnya waktu itu. "Saya sangat senang, tidak hanya karena posisi, tetapi juga karena kami memodifikasi beberapa pengesetan untuk lebih mengadaptasi M1 dengan gaya saya."

Lantas, bagaimana dengan Dovizioso dan Iannone yang tergabung di Ducati? Dua kompatriot Rossi yang juga akan jadi rivalnya di MotoGP ini belum memperlihatkan tanda-tanda bakal bersaing di barisan depan.

Dovizioso, yang menggantikan posisi Rossi di tim pabrik Ducati, serta Iannone di tim satelit Pramac Ducati, masih perlu kerja keras untuk memecahkan masalah utama pada Desmosedici, yaitu understeer. Dengan demikian, Rossi menjadi tumpuan untuk membangkitkan kembali kejayaan Italia di arena MotoGP.

Sabtu, 23 Maret 2013

Yamaha M1 Bisa Menggali Lebih dari 100 Persen Skill Rossi

Yamaha M1 Bisa Menggali Lebih dari 100 Persen Skill Rossi


Kembalinya Valentino Rossi ke tim Yamaha Factory untuk musim kompetisi 2013, memang menjadi daya tarik paling besar di MotoGP, selain bergabungnya Marc Marquez sebagai pengganti Casey Stoner di tim Repsol Honda. Meski awalnya Rossi tidak tahu apa yang bisa ia harapkan saat kembali bersama tim yang dibelanya sejak tahun 2004 itu, namun sekarang ia sudah bisa menilai apa yang harus ia targetkan.

“Yamaha berubah sangat banyak sejak saya meninggalkan mereka sejak tahun 2010. Meski basisnya sangat mirip dengan yang saya gunakan dulu, tapi banyak areal yang sudah berubah. Motor Yamaha M1 lebih stabil, grip lebih baik, lebih gampang dikendarai, sistem elektroniknya semakin sempurna, dan paling memuaskan adalah mesin 1000 cc segaris dari mereka, sangat kompetitif!” puji Rossi.

“Saya memilih kembali ke Yamaha, karena mereka mempunyai motor yang sangat sesuai dengan gaya balapku. Motor Yamaha memungkinkan aku bisa memberi lebih dari 100 persen kemampuan. Performanya sangat seimbang, anda harus mengendalikannya dengan cara yang lebih bijak dan inilah yang paling menarik,” lanjutnya.

Apa yang diungkapkan oleh Rossi, paling tidak ia menjadi pembalap yang sangat puas dengan performa Yamaha di sesi tes resmi pra musim sejak di Sirkuit Sepang, Malaysia. Apakah tingkat kepuasan Rossi bakal bertambah usai menjalani sesi tes resmi pra musim terakhir MotoGP di Sirkuit Jerez, Spanyol (23/3) hari ini? semoga saja.

Livery Baru dan Tagline Baru Revs Your Heart

Yamaha Luncurkan Livery Baru dan Tagline Baru Revs Your Heart


Sesuai janji tim Yamaha Factory untuk meluncurkan tim dan livery motornya untuk musim 2013, akhirnya berlangsung di Spanyol pada Jumat (22/3) kemarin. Dalam acara peluncuran tim tersebut, kedua pembalap Yamaha yaitu Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi terlihat penuh semangat dalam menyambut warna baru motor yang akan mereka gunakan untuk musim kompetisi 2013.

Tidak jauh berbeda dengan warna yang mereka gunakan tahun sebelumnya, livery Yamaha tetap menggunakan warna utama khas tim tersebut yaitu biru tua dan putih. Namun khusus untuk warna angka yang digunakan masing-masing pembalap, diaplikasikan sesuai dengan karakter warna Lorenzo dan Rossi.

“Tahun ini rasanya akan sangat menarik, pasalnya kami kembali menyatukan dua pembalap yang sangat kompetitif. Sekarang situasinya berbeda dari tahun 2008 lalu, dimana Rossi adalah bintang dan Lorenzo jadi pendatang baru. Lalu Lorenzo sekarang menjadi sang juara dunia dan Rossi akan kembali menantang sang juniornya itu. Meski akan menarik, tapi kami akan memperlakukan keduanya dengan sama,” jelas Lin Jarvis, Managing Director di Yamaha Motor Racing Srl.

Selain meluncurkan tim, Yamaha juga meluncurkan slogan baru atau tagline mereka untuk ajang balap MotoGP, yaitu ‘Revs Your Heart’ yang berarti Nyalakan Semangatmu. Tagline ini merupakan pemompa motivasi yang diberikan oleh manufaktur Yamaha di Jepang untuk kedua pembalapnya di MotoGP.

“Tahun ini Yamaha memasang target tinggi dan kembali merekrut Rossi di tim ini. Setiap dukungan yang anda berikan kepada Yamaha, tentunya akan mengalir kepada kedua pembalap Yamaha dan prestasi yang akan mereka capai nantinya,” papar Hiroyuki Yanagi, President & CEO of Yamaha Motor Co., Ltd.

Minggu, 17 Maret 2013

Livery Tim Yamaha MotoGP, Bakal Ikuti Ciri Khas Pembalapnya

Livery Tim Yamaha MotoGP, Bakal Ikuti Ciri Khas Pembalapnya


Masing-masing pembalap di tim Yamaha MotoGP, punya ciri khas warna (livery) tersendiri. Valentino Rossi tampil dengan tambahan warna kuning sebagai ciri khasnya, sementara Jorge Lorenzo tampil dengan warna merah. Warna ini sudah terlihat sejak sesi tes resmi pra musim 2013 bahkan akhir musim 2012 lalu.

Tidak ingin ciri khas itu lepas dari penampilan mereka di tahun ini, tim Yamaha bakal memberlakukan warna berbeda pada kedua motornya. Basis dasar warna tetap akan menggunakan warna biru dan putih, sementara Rossi akan menggunakan tambahan warna kuning, sementara Lorenzo akan menggunakan tambahan warna merah.

Konfirmasi warna motor yang bakal diaplikasikan tim Yamaha, tentunya mencerminkan kebebasan kepada kedua pembalapnya untuk tampil bertarung satu sama lain. Proses peluncurannya pun bakal dilakukan sehari sebelum sesi tes resmi pra musim MotoGP di Jerez berlangsung yaitu pada Jumat (22/3).

Peluncuran tim Yamaha di Jerez akhir pekan ini, dipastikan bakal menjadi perhatian banyak mata. Sebab ini adalah tim yang paling terakhir meluncurkan skuad mereka di musim 2013.

Yamaha Cabut dari COTA

Target Terpenuhi, Yamaha Cabut dari COTA


Sesuai dengan janji tim Yamaha untuk mencukupkan sesi pengetesan di Circuit of The Americas (COTA) selama dua hari saja yaitu Selasa dan Rabu (12-13/3) lalu, akhirnya tim berlogo garpu tala itu resmi cabut dari COTA pada Rabu malam tadi. Alasan mereka pun cukup kuat, yaitu karena proses adaptasi pembalap pada karakter sirkuit dan juga pengumpulan banyak data sudah dirasa cukup.

Artinya target untuk melakukan pengetesan di sirkuit ini sudah terpenuhi di hari kedua. Jadi jika mereka memaksa untuk menghabiskan 3 hari penuh di sirkuit tersebut, mungkin hanya membuang-buang waktu saja. Toh, juga tidak ada komponen baru yang dipasok Yamaha di sesi pengetesan kali ini. Bahkan lebih penting untuk membuat komponen terbaik untuk sesi tes terakhir di Jerez, Spanyol nanti.

“Sesi tes di COTA sebenarnya diatur oleh Honda, tapi kami sudah mewanti dari awal bahwa dua hari saja sudah cukup bagi kami. Target utama kami sebenarnya untuk memberikan ruang kepada pembalap untuk melakukan adaptasi lebih cepat. Selain itu proses pengumpulan data yang kami butuhkan juga sudah cukup,” terang Massimo Meregalli, Direktur tim Yamaha.

Jika Maio hanya mengungkapkan bahwa tim Yamaha sudah cukup dalam mengumpulkan data, namun Rossi malah memberikan sedikit bocoran tentang hal itu.

“Seperti yang kami keluhkan sebelumnya, kompetitor kami lebih cepat dalam berakselerasi selepas keluar dari tikungan patah. Grip ban mereka lebih bagus, makanya inilah bagian yang harus mendapat perhatian lebih dari tim,” timpal Rossi.

Selasa, 26 Februari 2013

Rossi Tak Maksimal

Rossi Tak Maksimal, Karena Sistem Kelistrikan Rusak dan Hujan


Kepuasan Valentino Rossi pada pencapaiannya di sesi tes resmi pra musim pertama awal Februari 2013 lalu, ternyata tidak berlanjut dengan kondisi yang sama pada sesi tes remi pra musim kedua di Sirkuit Sepang, Malaysia hari ini Selasa (26/2). Pembalap asal Italia itu mengalami masalah pada sistem kelistrikan motornya, dan membuatnya harus menggunakan motor dengan spesifikasi 2012 sembari dilakukan perbaikan.

Tapi ketika ia ingin turun menggunakan motor Yamaha M1 2013 lagi, Sirkuit Sepang justru diguyur hujan cukup deras. Sehingga membuat semua pembalap termasuk Rossi harus siap menunggu membaiknya kondisi trek. Sayangnya kondisi ini membuatnya tak bisa maksimal lagi, karena kondisi trek memang tidak mendukung.

“Cukup membosankan hari ini, pagi tadi motor Yamaha M1 2013 mengalami masalah. Jadi saya menggunakan motor dengan spesifikasi 2012 sembari motor 2013 diperbaiki. Sepertinya terjadi masalah pada sistem kelistrikan. Saya hanya menjalani 25 lap dan mengatur setting pengereman, jadi tidak terlalu buruk. Saat mau turun lagi menggunakan motor 2013, tapi hujan justru jadi halangan,” sesal Rossi.

“Saya hanya ingin memaksimalkan performa menggunakan motor 2013, makanya mulai besok, kami akan menggunakan 2 motor baru. Untung baru hari pertama, sehingga tidak terlalu bermasalah. Jika besok kondisinya hujan lagi, kami akan melakukan tes pada kondisi basah serta mencoba melakukan simulasi balap,” paparnya.

Target Rossi di sesi tes pra musim kedua di Sepang adalah memperkecil selisihnya dengan pembalap tercepat, juga mengerti performanya dalam simulasi balapan.

Yamaha Tech3 Masuk 10 Besar

Yamaha Tech3 Masuk 10 Besar, Crutchlow dan Smith Campur Aduk


Kegembiraan dirasakan pembalap Cal Crutchlow yang memimpin jalan bagi tim Monster Yamaha Tech3, mampu mengakhiri sesi tes resmi pra musim hari pertama MotoGP 2013 di urutan keenam di Sirkuit Sepang, Malaysia (26/2). Hal serupa juga terjadi pada rekan setimnya, Bradley Smith yang berada di posisi 10 besar merasa senang, karena performanya terus berkembang selama sesi tes MotoGP berlangsung.

"Saya tidak menyebutnya hasil pengujian karena kami belum punya banyak pengalaman untuk melakukannya, setidaknya saya senang," kata Crutchlow. " Kondisi trek cukup buruk, jadi kami melihat beberapa kecelakaan saat sesi tes. Makanya perlu lebih memahami setiap lap dengan motor yang baru sehingga memiliki pengalaman yang baik. "

Sementara rekan setimnya yaitu Smith yang sempat mengalami insiden terjatuh, tidak membuat nyalinya jadi ciut. Ia bahkan menganggap bahwa hal itu wajar dialami para pembalap.

"Hasil sesi tes di hari pertama cukup baik. Kondisi trek yang berbeda membuat pengalaman belajar yang baru, itu sangat bermanfaat. Sayangnya kecelakaan kecil terjadi saat ban depan motor tergelincir di tikungan 7. Ya, itu adalah kesalahan yang dialami pembalap pemula dan saya mencoba untuk memahami di mana batas maksimal penggunaan ban," timpal Smith.

Meski mengalami insiden tersebut dialami oleh Smith, paling tidak pembalap tim Yamaha Tech3 ini, merasa senang masuk di 10 besar pembalap tercepat.

Tak Ada yang Baru dari Yamaha, Lorenzo Konsentrasi di Akselerasi









Jumat, 11 Januari 2013

Monster Energy Jalin Kerja Sama dengan Yamaha Factory

Monster Energy Jalin Kerja Sama dengan Yamaha Factory


Monster Energy akan terpampang pada motor Yamaha pada MotoGP musim 2013. (Foto: Reuters)
Monster Energy akan terpampang pada motor Yamaha pada MotoGP musim 2013. (Foto: Reuters)
LESMO - Yamaha Factory Racing, yang musim 2013 mendatang akan kembali diperkuat Valentino Rossi, mengumumkan telah menjalin kerja sama dengan perusahaan minuman, Monster Energy Company (MEC). Kerja sama di antara keduanya kontrak akan berlangsung dalam dua tahun.

Dengan terjalinnya kerja sama tersebut, maka logo Monster Energy akan terpampang pada motor Yamaha YZR-M1 yang akan dikendarai Rossi dan Jorge Lorenzo. Tak hanya itu logo produsen minuman asal Amerika Serikat itu pun pada perlengkapan tim lainnya.

Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan suatu hal yang positif bagi timnya. “Kami sangat senang bisa mengumumkan babak baru dari Yamaha, yang menjalin kerja sama dengan Monster Energy,” ujar Jarvis, seperti dilansir Fullnoise, Jumat (11/1/2013).

“Monster Energy telah menjadi partner utama pada beberapa aktivitas olah raga Yamaha secara global dan dunia balap internasional pada Motocross, Supercross, Endurance, dan Superbike,” sambungnya.

Tim satelit yang berlaga pada ajang MotoGP, Yamaha Tech3 telah lebih dulu menjalin kerja sama dengan Monster Energy. Jarvis mengatakan, perluasan kerja sama ini merupakan sesuatu hal yang sudah semestinya dilakukan.

“Mereka juga telah menjadi titel sponsor bagi Monster Energy Tech 3 Yamaha tim selama empat tahun. Pengembangan hingga mencakup Yamaha Factory Racing MotoGP tim merupakan suatu program yang logis dan prestisius,” pungkas Jarvis.

Lorenzo, yang merupakan juara dunia MotoGP musim 2012 lalu, sebenarnya telah menjalin kerja sama secara personal dengan MEC. Dan untuk musim 2013, Rossi juga akan menjalin kerja sama personal, untuk melengkapi kesepakatan antara Yamaha Factory dan MEC.

Bos Dorna Yakin Rossi Akan Kompetitif

Bos Dorna Yakin Rossi Akan Kompetitif


Valentino Rossi saat membela Yamaha beberapa tahun silam. (Foto: Reuters)
Valentino Rossi saat membela Yamaha beberapa tahun silam. (Foto: Reuters)
MADRID - Kembali bergabung dengan tim yang begitu lekat dengannya, Yamaha, Valentino Rossi diharapkan bisa menunjukkan performa terbaiknya pada gelaran MotoGP musim 2013. CEO Dorna Sport, Carmelo Ezpelata pun sangat yakin juara dunia tujuh kali MotoGP itu bisa kembali kompetitif.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rossi kembali ke Yamaha setelah menjalani dua musim yang tak menyenangkan bersama Ducati -tak pernah memenangi lomba. Namun di saat para penggemarnya mulai menaruh harapan, Rossi justru agak ragu dengan performanya pada MotoGP musim 2013 mendatang.

“Kita harus tahu betul apakah saya tetap pembalap top, tetap yang tercepat, dan tetap bisa bertarung untuk podium. Saya tidak tahu, karena setelah dua musim seperti ini (bersama Ducati), tidak ada yang tahu,” ujar Rossi, seperti dilansir Crash, Jumat (11/1/2013).

Namun, Ezpelata yakin bahwa segala hal yang telah dicapai Rossi dalam satu dekade terakhir bisa membantunya kembali pada performa terbaik. “Saya benar-benar yakin (Rossi) masih bisa (menerima) tantangan, dengan segala talenta dan pengalaman yang dia  miliki,” ujar Ezpelata.

“Saat dia mengambil keputusan untuk kembali ke Yamaha, itu karena dia ingin kembali (bersaing) di depan. Sebelumnya, dia menjadi pemenang bersama Yamaha dan dia (saya pikir), bisa berada di depan lagi,” sambungnya.

Selain itu, Ezpelata juga mengatakan bahwa kembali bersinarnya Rossi bisa memberikan dampak bagus bagi MotoGP secara kesuluruhan. Pasalnya, menurut Ezpelata, The Doctor merupakan salah satu pembalap panutan di ajang balap motor paling bergengsi tersebut.

“Valentino merupakan merupakan nama besar, dia adalah pahlawan bagi banyak (pembalap) dan salah satu pembalap terhebat dalam sejarah MotoGP. Jika dia kembali ke podium dan memenangkan banyak lomba, maka itu akan sangat penting bagi kejuaraan,” pungkas Ezpelata.

Rabu, 09 Januari 2013

Lorenzo: Saya Masih Kurang dalam Pengereman

Lorenzo: Saya Masih Kurang dalam Pengereman

Jorge Lorenzo bertekad memperbaiki kelemahannya dalam pengereman dan hujan/Reuters
Jorge Lorenzo bertekad memperbaiki kelemahannya dalam pengereman dan hujan/Reuters
VALENCIA – Jorge Lorenzo menyebut musim 2012 lalu merupakan musim terbaik sepanjang kariernya. Hanya saja, meski berstatus juara dunia, dirinya mengakui masih memiliki kekurangan, terutama dalam pengereman.

Statistik menunjukkan Lorenzo begitu superior dalam empat musim terakhir. Dua gelar juara dunia, dua runner-up, 22 kemenangan, dan 54 podium merupakan torehannya sejak 2008 silam.

Musim 2010 bisa dibilang sebagai musim terbaik sang Spaniard di mana di musim tersebut dia memenangi sembilan seri dan rekor 383 poin. Lorenzo sudah juara tiga seri sebelum seri terakhir.

Namun, di matanya 2012 silam justru yang terbaik. Alasannya, di musim inilah Lorenzo merasa tidak membuat kesalahan sama sekali.

“Menurut saya, 2012 lalu merupakan musim terbaik. Bahkan, bila dibandingkan dengan 2010 silam, ketika saya menjadi juara untuk pertama kali dan memenangi seri serta poin lebih banyak,” kata Lorenzo seperti dikutip dari Autosport.

“Tapi, musim lalu lebih seimbang, dengan banyak pembalap tangguh. Untunglah kami tetap tenang dan nyaris tidak membuat kesalahan,” cetus Lorenzo.

Pembalap Yamaha berusia 25 tahun ini juga menyebut belum terlalu bagus membalap dalam kondisi hujan. Kelemahan-kelemahan inilah yang bertekad Lorenzo perbaiki musim depan.

“Saya masih bisa berkembang dari sisi pengereman. Berdasar pada gaya membalap saya, untuk beberapa kasus saya bisa mengerem lebih lambat atau mengendarai motor secara berbeda,” jelas Lorenzo.

“Saya juga masih belum sempurna di kala hujan,” aku Lorenzo.

Legenda MotoGP: Gelar ke-10? Sulit Buat Rossi

Legenda MotoGP: Gelar ke-10? Sulit Buat Rossi

Agostini dan Rossi (foto: Crash)
Agostini dan Rossi (foto: Crash)
BRESCIA – Valentino Rossi kembali ke Yamaha tentu dengan ambisi besar, yaitu menyabet gelar juara dunia, untuk kesepuluh kalinya. Namun, menurut legenda MotoGP, Giancomo Agostini, tampaknya ambisi itu bakal sulit diraih The Doctor.

Rossi memang telah meraih sembilan kali juara dunia dengan perincian, tujuh kali juara 500 cc atau MotoGP, sekali juara 250 cc dan sekali juara dunia di kelas 125 cc. Untuk itu, pada tahun ini, dia ingin kembali bersaing dan merebut juara dari tangan rekan setimnya, Jorge Lorenzo.

Ago, panggilan dari Agostini memang meyakini bahwa Rossi mampu bersaing di jajaran atas para pembalap MotoGP, meski akan menginjak usia 34 tahun. Akan tetapi Ago meragukan kalau pembalap Italia itu bisa merengkuh gelar juara dunia untuk kali kesepuluh.

“Saya yakin bahwa Rossi belum habis sebagai seorang pembalap, tapi saya pikir, akan sulit baginya untuk menang di kejuaraan (MotoGP) berikutnya,” ucap Agostini, seperti diberitakan GPone.com, Rabu (9/1/2013).

Selain itu, Ago juga memberikan peta kekuatan rivalitas antara Rossi dan Lorenzo, di mana dia juga menganggap sulit bagi Rossi untuk bisa mengatasi yuniornya itu, yang baru menginjak 25 tahun.

“Sudah dua tahun sejak Rossi memenangkan balapan, dan sejak tiga tahun usai dia merebut gelar terakhir, pada 2009,” ucap Ago, yang pesimistis melihat Rossi bisa kalahkan Lorenzo.

Pada dasarnya, membalap memang tak mengenal usia, bahkan jika Ago memiliki kesempatan, dia akan turun ke lintasan memacu motornya dengan sekencang mungkin. “Usia tidak penting, kalau diperbolehkan saya masih ingin jadi pembalap,” candanya.

Ago merupakan pembalap yang sangat sukses pada era 1960-1770. Dia telah meraih juara sebanyak 15 kali, termasuk sukses mencetak rekor delapan kali merengkuh juara dunia kelas 500 cc
Ketika Jorge Lorenzo pertama kali menunggangi Yamaha YZR-M1 di trek yang basah, tepatnya di sirkuit Sachsenring, Jerman 2008, ia terjatuh pada lap ketiga dan keluar dari urutan enam besar. Alhasil ia tidak bisa menyelesaikan lomba dan tidak mendulang poin dari seri tersebut. Sebenarnya tidak ada yang aneh, namun ini adalah musim pertamanya terjatuh pada kondisi trek basah di kelas MotoGP.

Pembalap asal Spanyol itu pun, mengaku bahwa ia memang belum sempurna di trek basah. Bahkan hingga musim 2012 yang baru saja berlalu, Lorenzo merasa tidak kompetitif saat trek basah. Contohnya adalah saat pagelaran MotoGP di Malaysia. Sementara di MotoGP Perancis 2012, ia beruntung karena sudah lebih dulu melesat jauh di depan rombongan rival-rivalnya di urutan pertama.

“Sebenarnya saya masih perlu meningkatkan skill di titik pengereman. Caranya mungkin dengan sedikit mengubah gaya, agar titik pengereman bisa lebih dekat ke tikungan,” ujar pria yang sekarang menginjak usia 25 tahun itu.

Sang juara dunia MotoGP 2010 dan 2012 itu juga menambahkan, bahwa musim 2012 adalah musim yang paling seru buatnya. Betapa tidak, mulai dari Casey Stoner, Dani Pedrosa, hingga para pembalap tim satelit seperti Yamaha Tech3, LCR Honda hingga tim Gresini Racing, juga tampil kuat. Jadi wajar jika Lorenzo sangat bangga pada pencapaiannya di 2012.

“MotoGP musim 2012 menjadi musim yang sangat berat. Mengingat performa semua pembalap hampir seimbang. Tapi kami selalu tampil tenang dan tidak membuat kesalahan,” imbuhnya.
Ketika Jorge Lorenzo pertama kali menunggangi Yamaha YZR-M1 di trek yang basah, tepatnya di sirkuit Sachsenring, Jerman 2008, ia terjatuh pada lap ketiga dan keluar dari urutan enam besar. Alhasil ia tidak bisa menyelesaikan lomba dan tidak mendulang poin dari seri tersebut. Sebenarnya tidak ada yang aneh, namun ini adalah musim pertamanya terjatuh pada kondisi trek basah di kelas MotoGP.

Pembalap asal Spanyol itu pun, mengaku bahwa ia memang belum sempurna di trek basah. Bahkan hingga musim 2012 yang baru saja berlalu, Lorenzo merasa tidak kompetitif saat trek basah. Contohnya adalah saat pagelaran MotoGP di Malaysia. Sementara di MotoGP Perancis 2012, ia beruntung karena sudah lebih dulu melesat jauh di depan rombongan rival-rivalnya di urutan pertama.

“Sebenarnya saya masih perlu meningkatkan skill di titik pengereman. Caranya mungkin dengan sedikit mengubah gaya, agar titik pengereman bisa lebih dekat ke tikungan,” ujar pria yang sekarang menginjak usia 25 tahun itu.

Sang juara dunia MotoGP 2010 dan 2012 itu juga menambahkan, bahwa musim 2012 adalah musim yang paling seru buatnya. Betapa tidak, mulai dari Casey Stoner, Dani Pedrosa, hingga para pembalap tim satelit seperti Yamaha Tech3, LCR Honda hingga tim Gresini Racing, juga tampil kuat. Jadi wajar jika Lorenzo sangat bangga pada pencapaiannya di 2012.

“MotoGP musim 2012 menjadi musim yang sangat berat. Mengingat performa semua pembalap hampir seimbang. Tapi kami selalu tampil tenang dan tidak membuat kesalahan,” imbuhnya.

Selasa, 08 Januari 2013

Zeelenberg : Rossi Sekarang Lebih Menghargai Lorenzo

Zeelenberg : Rossi Sekarang Lebih Menghargai Lorenzo


Memasuki tahun 2013, akan menjadi kisah terbesar antara Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo. Setelah menjalani tiga musim pertama sebagai rekan setim pada rentang waktu 2008-2010, kedua petarung ini akan membuka babak baru hubungan mereka. Meski banyak pihak yang menganggap bahwa ini akan menjadi masalah baru bagi keduanya, namun bagi Wilco Zeelenberg, itu tidak akan terjadi lagi.

“Motor yang kami gunakan tahun 2010 dengan yang sekarang sangat berbeda dan rasanya situasi dalam tim juga akan pasti berbeda. Kalau dulu, Rossi memang tidak begitu menghargai pembalap muda yang menggunakan motornya. Tapi karena sekarang Lorenzo sudah menjadi peraih titel juara dunia sebanyak  dua kali, dan saya berpikir Rossi perlu menghargai hal tersebut,” komentar Zeelenberg, manajer tim di kubu Jorge Lorenzo.

“Sekarang Rossi sudah semakin tua, dan dia membutuhkan pembuktian bahwa ia masih bisa tampil kompetitif. Untuk mewujudkan impiannya bersaing dengan rival-rivalnya yang masih tergolong usia produktif untuk jadi juara dunia seperti Lorenzo dan Dani Pedrosa, ia harus menggunakan motor yang kompetitif pula,” imbuhnya.

Zeelenberg menambahkan, kedua pembalap Yamaha itu memang bakal bersaing meraih kemenangan di tiap seri yang akan berlangsung musim ini. Tapi mereka akan saling menghargai, seperti halnya pertarungan Dani Pedrosa dan Casey Stoner di tim Repsol Honda. “Seharusnya seperti inilah dunia balap di MotoGP,” tukasnya.

Monster Energy Resmi Jadi Sponsor Utama di Tim Yamaha Factory

Monster Energy Resmi Jadi Sponsor Utama di Tim Yamaha Factory




Setelah beberapa bulan lamanya menunggu kepastian tentang perusahaan yang bakal jadi sponsor utama di tim Yamaha Factory pasca keputusan Rossi, akhirnya hari ini secara resmi Yamaha mengeluarkan rilis kerjasama mereka dengan Monster Energy. Perusahaan minuman energi Monster Energy Company (MEC), dikabarkan bakal jadi sponsor utama di Yamaha Factory untuk dua musim kedepan (2013-2014).

“Senang rasanya bisa memulai babak baru di tim Yamaha. Dimana kerjasama dengan Monster Energy Company akan jadi semangat baru bagi kami. Kerjasama dengan MEC, bukanlah hanya terjadi di MotoGP saja, namun juga terjadi di ajang balapan lain seperti Motocross, Supercross, Endurance dan Superbike di berbagai negara. Apalagi mereka juga sudah komitmen di tim Yamaha Tech3 selama 3 musim,” papar Lin Jarvis, Managing Director Yamaha Motor Racing.

“Ekspansi yang dilakukan oleh MEC ke tim utama Yamaha, tentunya bisa ditangkap dengan logika. Mengingat mereka memang punya program yang eksklusif. Kami punya beberapa program terutama pada sisi marketing, pembinaan pembalap muda, hingga kesuksesan ajang balap motor di masa mendatang,” lanjutnya.

Beruntung, ekspansi yang dilakukan oleh MEC tidak akan mengganggu hubungan mereka dengan tim Tech3 Yamaha. Jadi akan ada 4 motor yang akan tampil dengan brand Monster Energy. Wiihhh… bakal semakin matang nih kubu Yamaha di MotoGP

Persaingan Rossi & Lorenzo dalam Statistik

Persaingan Rossi & Lorenzo dalam Statistik

Valentino Rossi & Jorge Lorenzo (foto:Reuters)
Valentino Rossi & Jorge Lorenzo (foto:Reuters)
Pulangnya Valentino Rossi ke Yamaha Factory pada tahun ini menghidupkan kembali persaingannya dengan sang yunior, Jorge Lorenzo. Sebelumnya, kedua pembalap ini telah bersaing selama tiga tahun saat Rossi masih dimiliki Yamaha.

Lorenzo masuk dalam skuad Yamaha pada tahun 2008 silam, tahun ini bisa dibilang awal dari persaingan internal antara mereka. Sayang pada debutnya sebagai pembalap MotoGP, Lorenzo yang finis di posisi keempat, dan harus mengakui ketangguhan Rossi yang berhasil meraih juara dunia pada tahun tersebut.

Rossi melanjutkan dominasinya sebagai yang terbaik di lintasan balap MotoGP, setelah meraih juara dunia tahun 2009 atau meraih gelar juaranya yang ketujuh sepanjang kariernya. Sementara Lorenzo, hanya bisa menempati posisi runner up di klasemen akhir.

Pada tahun ketiganya atau tahun 2010, Lorenzo akhirnya berhasil mematahkan bayang-bayang The Doctor, setelah sukses meraih gelar juara dunia untuk pertama kalinya. Pembalap 25 tahun asal Spanyol itu menyisihkan Rossi yang hanya bisa menduduki posisi ketiga klasemen akhir pembalap.

Tahun 2010 juga menjadi tahun terakhir Rossi didaulat sebagai pembalap Yamaha, karena juara dunia tujuh kali itu pada tahun 2011 memutuskan bergabung ke Ducati. Namun sayang, sinar The Doctor meredup bersama pabrikan asal Italia tersebut.

Selama medio 2011-2012 bersama Ducati, Rossi tak satu pun memenangkan balapan dan hanya meraih podium sebanyak tiga kali, serta finis di posisi keenam. Sedangkan Lorenzo pada 2012 lalu kembali meraih juara dunia untuk kedua kalinya.

Berikut statistik persaingan Rossi-Lorenzo, menurut catatan Crash Selasa (8/1/2013):
-Catatan Rossi dan Lorenzo saat masih dalam satu bendera Yamaha selama tiga tahun:
Rossi dan Lorenzo: 2008-2010:
Juara Seri: Rossi 17 - Lorenzo 14
Juara Podium: Rossi 39 - Lorenzo 34
Pole Positions: Lorenzo 16 - Rossi 10
Fastest Laps: Rossi 13 - Lorenzo 9
Juara Dunia: Rossi 2 - Lorenzo 1

-Rossi kemudian memutuskan pindah ke Ducati, sementara Lorenzo melanjutkan pertarungannya dengan meraih juara dunia pada 2012 dan menjadi runner up pada balapan MotoGP 2011:

Rossi dan Lorenzo 2011-2012:
Juara Seri: Lorenzo 9 - Rossi 0
Juara Podium: Lorenzo 26 - Rossi 3
Pole positions: Lorenzo 9 - Rossi 0
Fastest Laps: Lorenzo 7 - Rossi 2
Juara Dunia: Lorenzo 1 – Rossi 0

Menghabiskan dua tahun bersama Ducati dengan usia yang sudah menginjak 33 tahun, Rossi akhirnya kembali ke Yamaha dan akan bersaing kembali dengan yuniornya, Lorenzo yang baru menginjak usia 25 tahun:

Statistik Rossi and Lorenzo di MotoGP secara keseluruhan:
Juara Seri: Rossi 79 - Lorenzo 23
Juara Podium: Rossi 141 - Lorenzo 60
Pole positions: Rossi 49 - Lorenzo 25
Fastest Laps: Rossi 67 - Lorenzo 16
Juara Dunia: Rossi 7 - Lorenzo 2

Namun secara keseluruhan ketangguhan Rossi masih belum bisa dipatahkan oleh Lorenzo, jika nilai dari kedua pembalap dibagi rata sepanjang karier mereka membalap:

Rata-rata karier Rossi dan Lorenzo:
Kemenangan per tahun: Rossi 6.1 - Lorenzo 4.6
Juara Podium per tahun: Lorenzo 12 - Rossi 10.8
Pole positions per tahun: Lorenzo 5 - Rossi 3.8
Fastest Laps per tahun: Rossi 5.2 - Lorenzo 3.2
Juara dunia/tahun: Rossi 0.5 - Lorenzo 0.4