Pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo, saat ini memiliki peluang yang sangat
besar untuk menjadi juara dunia MotoGP 2012. Juara dunia 2010 itu
menjadi kandidat terkuat setelah dia memenangi GP San Marino akhir pekan
lalu, sedangkan rival terdekatnya, Dani Pedrosa, gagal finis akibat
kecelakaan.
Demikian pandangan bos kru Valentino Rossi, Jerry
Burgess, setelah Lorenzo mengukir kemenangan ketujuh sepanjang musim ini
di Sirkuit Misano, Minggu (16/9/2012). Pada saat yang bersamaan,
Pedrosa justru mengalami nasib sial karena ditabrak pebalap Pramac
Ducati, Hector Barbera, saat balapan baru berlangsung dua lap.
Dengan
kemenangan pada seri ke-13 tersebut, Lorenzo kini menjauh lagi dari
rival sekaligus kompatriotnya dari Spanyol itu. Kini, mantan juara dunia
dua kali kelas 250 cc tersebut unggul 38 poin atas pebalap Repsol Honda
itu. Padahal, sebelum GP San Marino, Pedrosa memberikan ancaman serius
karena hanya terpaut 13 angka.
Dengan lima seri tersisa, Lorenzo
berada di atas angin, meskipun peluang Pedrosa belum tertutup. Pasalnya,
masih ada total 125 poin yang diperebutkan sehingga segala kemungkinan
masih bisa terjadi.
Menurut Burgess, kenyataan yang terjadi di GP
San Marino tentu membuat ratusan ribu pencinta MotoGP sedikit kecewa
karena persaingan menjadi sedikit berkurang ketika Pedrosa mengalami
kecelakaan. Dengan demikian, Lorenzo berada dalam posisi sangat
menguntungkan dalam persaingan mengejar gelar juara dunia.
"Ini
jelas membuat Jorge menjadi favorit dalam perburuan gelar juara dalam
pertarungan antara mereka. Apa pun yang terjadi tentu mengecewakan bukan
hanya bagi mereka, melainkan juga mereka yang berharap melihat
kejuaraan ditentukan di Valencia.
"Sekarang, jarak kembali jauh
38 poin dengan lima balapan tersisa, dan kita tampaknya tidak bisa
melihat Casey (Stoner) tampil untuk beberapa balapan ke depan. Saya
yakin (Shuhei) Nakamoto (Vice President HRC) dan Dani sudah menepuk
jidat."

Tidak ada komentar:
Posting Komentar